Pertumbuhan Ekonomi 5% Baik untuk Stabilitas, tetapi Belum Cukup untuk Indonesia Naik Kelas
Rabu, 6 Maret 2024 | 22:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan untuk naik kelas dan menjadi negara maju pada 2045. Namun, untuk mencapai target tersebut maka pertumbuhan ekonomi harus digenjot di atas 5%. Untuk bisa menjadi negara berpendapatan tinggi, maka dalam 20 tahun ke depan perekonomian Indonesia harus tumbuh rata-rata 6%.
“Jadi kita butuh akselerasi pertumbuhan ekonomi 5% yang cukup untuk stabilitas tetapi tidak cukup untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap. Oleh sebab itu kita harus akselerasi pertumbuhan ekonomi dari 5% menjadi 6%,” ucap Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti dalam focus group discussion Investor Daily di Jakarta pada Rabu (6/3/2024).
Amalia mengatakan pemerintah harus menyelesaikan tantangan perekonomian jangka menengah untuk mengejar kenaikan pertumbuhan ekonomi 1%. Khususnya yang terkait dengan produktivitas tenaga kerja dan produktivitas keekonomian secara keseluruhan.
“Kita juga harus memastikan tenaga kerja informal dipindahkan menjadi tenaga kerja formal. Ini ada kaitannya dengan kelas menengah,” tutur Amalia.
Dalam beberapa tahun terakhir, secara historis pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di angka 5%. Saat pandemi Covid-19, perekonomian sempat terkontraksi hingga -2,07% pada 2020. Namun, pasca pandemi perekonomian kembali mengalami pemulihan hingga kembali ke angka 5% dan pada 2023 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,05%.
“Oleh sebab itu, ini ada momentum ekonomi yang sangat baik, stabilitas ekonomi Indonesia dijadikan start awal dan jadi batu loncatan kita agar next periode harus akselerasi,” tutur Amalia.
Saat ini Indonesia sedang dalam bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif lebih tinggi daripada penduduk usia nonproduktif. Oleh karena itu pemerintah harus memanfaatkan momentum ini untuk memanfaatkan produktivitas. Momentum bonus demografi diperkirakan hanya akan terjadi hingga tahun 2039.
“Pertanyaannya adalah kalau kita mau benar-benar menjadikan bonus demografi, kita harus memastikan lapangan pekerjaan berkualitas yang memastikan income-nya bisa membawa mereka menjadi middle income class, ini yang menjadi kata kuncinya,” pungkas Amalia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




