ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nilai Impor Februari 2024 Terkontraksi 0,29%

Jumat, 15 Maret 2024 | 11:41 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (BPS/BPS)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai impor pada Februari 2024 mencapai US$ 18,44 miliar. Nilai tersebut turun 0,29% dari Januari 2024 tetapi tumbuh 15,84% dari posisi Februari 2023.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa penurunan nilai impor secara bulanan terjadi pada kelompok bahan baku/penolong. Sementara itu, peningkatan impor secara tahunan disumbang oleh kelompok barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal.

Impor migas pada Februari 2024 senilai US$ 2,98 miliar, meningkat 10,42% dibandingkan Januari 2024 dan tumbuh 23,82% dibandingkan Februari 2023. Impor nonmigas pada Februari 2024 mencapai US$ 15,46 miliar atau terjadi kontraksi 2,12% dibandingkan Januari 2024 atau naik 14,42% dibandingkan Februari 2023.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan impor non migas secara tahunan didorong oleh beberapa komoditas antara lain mesin peralatan mekanis serta bagiannya dengan andil 3,43%; plastik dan barang dari plastik dengan andil 2,17%; serta mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya memberikan andil 2%,” jelas Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Jumat (15/3/2024).

Jika dilihat menurut impor terbagi dalam tiga kelompok. Pertama, yaitu impor barang konsumsi sebesar US$ 1,86 miliar pada Februari 2024. Impor barang konsumsi tumbuh secara bulanan dan tahunan masing-masing sebesar 5,11% dan 36,49%. 
Kedua, yaitu impor barang modal sebesar US$ 3,27 miliar pada Februari 2024 secara bulanan tumbuh 0,44% sedangkan secara tahunan terjadi pertumbuhan hingga 18,52%.

Ketiga, yaitu impor bahan baku/penolong sebesar US$ 13,3 miliar pada Februari 2024. Nilai ini menunjukkan kontraksi 1,18% dari Januari 2024 namun tumbuh 12,82% dari posisi Februari 2023. Komponen bahan baku penolong menyumbang 72,14% dari total impor pada Februari 2024.

“Secara bulanan nilai impor turun disebabkan karena penurunan impor bahan baku penolong dengan andil penurunan 0,86% yang utamanya memang disebabkan mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya dimana memberikan andil penurunan 0,88%,” kata terang Amalia.

Catatan BPS menunjukkan nilai impor komoditas mesin/peralatan sebesar US$ 2,75 juta dengan memberikan andil 17,80% terhadap impor non migas Februari 2024. Komoditas ini mengalami kontraksi 3,91% secara bulanan namun tumbuh 20,23% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai impor mesin/perlengkapan elektrik sebesar US$ 2,25 juta dengan andil 14,54% ke impor non migas Februari 2024. Secara bulanan terjadi kontraksi 2,51% dan secara tahunan terjadi 13,63%. Selanjutnya nilai impor plastik/barang dari plastik sebesar US$ 0,96 juta dengan andil 6,19% pada impor non migas Februari 2024. Secara bulanan terjadi pertumbuhan 6,05% sedangkan secara tahunan tumbuh 44,1%.

“Nilai impor tiga komoditas tersebut memberikan share 38,53% terhadap total impor non migas,” kata dia. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Surplus Neraca Dagang RI Capai Rp 643,7 Triliun

Surplus Neraca Dagang RI Capai Rp 643,7 Triliun

EKONOMI
Impor RI Januari-Oktober 2025 Naik 2,16 Persen Didorong Barang Modal

Impor RI Januari-Oktober 2025 Naik 2,16 Persen Didorong Barang Modal

EKONOMI
Impor RI September 2025 Naik 7,17 Persen

Impor RI September 2025 Naik 7,17 Persen

EKONOMI
Impor Juli 2025 Turun 5,86 Persen Jadi US$ 20,57 Miliar

Impor Juli 2025 Turun 5,86 Persen Jadi US$ 20,57 Miliar

EKONOMI
Impor Indonesia Tembus US$ 115,94 Miliar pada Semester I 2025

Impor Indonesia Tembus US$ 115,94 Miliar pada Semester I 2025

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon