ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembangunan IKN Makin Cepat, BSBK Bidik Penjualan Rp 500 Miliar

Sabtu, 20 April 2024 | 06:12 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Kawasan terpadu komersial Balikpapan Superblock yang dikembangkan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK).
Kawasan terpadu komersial Balikpapan Superblock yang dikembangkan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK). (Dok/Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang semakin cepat, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), emiten properti lokal dari Kalimantan Timur (Kaltim), yang mengelola Balikpapan Superblock (BSB), membidik pendapatan sebesar Rp 500 miliar pada 2024 melalui penjualan 212 unit apartemen.

"Demi memperkuat portofolio bisnis, BSBK terus memperluas jangkauan operasionalnya," ujar Daniel Wirawan, direktur PT Wulandari Bangun Laksana Tbk, dalam pernyataan resminya pada Sabtu (20/4/2024).

BSBK mengelola kawasan komersial terpadu yang dilengkapi pusat perbelanjaan, sejumlah hotel, seperti Grand Jatra Hotel berbintang 5, Pentacity Hotel berbintang 4, dan Astara Hotel, serta J Icon Hotel berbintang 2, sekolah internasional, apartemen, fasilitas rekreasi air, pusat olahraga, dan hiburan pantai di Kalimantan Timur.

ADVERTISEMENT

Selain fokus pada penjualan apartemen, BSBK juga akan menambah 53 kamar di Pentacity Hotel pada 2024, meningkatkan jumlah total kamar menjadi 197. “Pada 2023, Pentacity Hotel hanya memiliki 144 kamar setelah menambahkan 41 kamar,” kata dia.

Pada 2023, BSBK berhasil meningkatkan okupansi Mall Pentacity dan Mall Ewalk. Okupansi Mall Pentacity meningkat menjadi 86,81% dibandingkan 80,78% pada 2022, sementara okupansi Mall Ewalk meningkat menjadi 95,53% dibandingkan 94,81% pada tahun sebelumnya. "Kami berencana meningkatkan okupansi Mall Pentacity dan Mall Ewalk menjadi masing-masing 90% dan 99,5% pada 2024," tambahnya.

Pada 2023, emiten yang dimiliki konglomerat Christopher Sumasto Tjia ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 347 miliar, naik 31% dari Rp 265 miliar pada 2022. Segmen penjualan meningkat 60%, sementara pendapatan sewa naik 27%. "Peningkatan penjualan dan pendapatan sewa disebabkan berakhirnya pandemi dan dampak dari pembangunan IKN," ungkap Daniel.

Laba usaha pada 2023 mencapai Rp 110 miliar, meningkat 38,71% dari Rp 79 miliar pada 2022. Laba bersih mencapai Rp 39 miliar pada 2023, melonjak 895,81% dari Rp 3 miliar pada tahun sebelumnya. "Peningkatan laba bersih disebabkan oleh peningkatan kinerja operasional dan efisiensi beban keuangan," jelasnya.

Jumlah aset pada 2023 sebesar Rp 2,494 triliun tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan Rp 2,521 triliun pada 2022. Pada 2023, utang perseroan turun dari Rp 875 miliar menjadi Rp 808 miliar. Sementara itu, ekuitas naik menjadi Rp 1,686 triliun, meningkat 2,41% dari Rp 1,646 triliun pada tahun sebelumnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon