BI Rate Berpotensi Ditahan Mengikuti Arah The Fed
Kamis, 2 Mei 2024 | 19:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed resmi menahan suku bunga dalam rentang 5,25%-5,5% pada FOMC meeting yang berlangsung Rabu (1/5/2024). Penahanan suku bunga tersebut memang telah diperkirakan oleh para pelaku pasar. Saat ini pelaku pasar tengah mencermati adanya sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, penahanan suku bunga The Fed kali ini dapat dipahami, mengingat The Fed masih mengamati data inflasi dan ketenagakerjaan AS yang masih kuat. Penahanan suku bunga ini berpotensi diikuti oleh Bank Indonesia dalam membuat kebijakan suku bunganya.
"Dampaknya (suku bunga The Fed) nanti kepada Indonesia, kita melihat permintaan terhadap safe haven asset masih cukup besar dan juga ruang untuk menurunkan suku bunga Bank Indonesia akan lebih terbatas. Kalau kita melihat perkembangan pernyataan dari beberapa rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terakhir, BI cukup concern bahwa arah suku bunga BI akan cukup banyak dipengaruhi suku bunga The Fed. Sehingga kalau suku bunga Fed ruangnya terbatas untuk diturunkan tahun ini, suku bunga BI juga akan ditahan pada level 6,25%," kata Josua kepada B-Universe di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/5/2024).
The Fed sendiri mengatakan mereka tidak akan terburu-buru dalam memangkas suku bunga. The Fed masih akan mencermati arah inflasi dan data ketenagakerjaan. Saat ini kepercayaan diri pelaku pasar menunjukan ada kemungkinan penurunan suku bunga pada November 2024.
"Sekali lagi, ini adalah ekspektasi pasar. Bisa jadi ekspektasi pasar tidak sesuai dengan bacaan The Fed. Jadi kita harus melihatnya lebih konservatif lagi," tambah Josua.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Josua mencermati posisi suku bunga Bank Indonesia masih akan terpengaruh oleh kebijakan suku bunga The Fed. Adapun langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada RDG BI terakhir adalah bentuk kebijakan untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




