ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stabilitas Keuangan Indonesia Kuartal I 2024 Tetap Terjaga di Tengah Turbulensi Perekonomian Global

Sabtu, 4 Mei 2024 | 06:50 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Sri Mulyani.
Sri Mulyani. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan bahwa kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal I 2024 dalam kondisi yang terjaga baik. Kinerja sistem keuangan ditopang oleh kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan stabilitas sektor keuangan.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati mengatakan walaupun kinerja sistem keuangan terjaga, tetapi terdapat peningkatan ketidakpastian kondisi fiskal, moneter, dan gejolak geopolitik global yang telah mendorong peningkatan tekanan di pasar keuangan global. Kondisi perekonomian global dikhawatirkan dapat memengaruhi kinerja perekonomian di Tanah Air.

KSSK berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perlambatan ekonomi dan berlanjutnya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global, serta gejolak geopolitik yang eskalatif, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik.

ADVERTISEMENT

“KSSK terus melakukan assesment forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini. Seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi dan keuangan global yang meningkat, juga gejolak geopolitik yang makin eskalatif,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK II 2024 yang berlangsung secara virtual pada Jumat (3/5/2024).

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi global akan stagnan di angka pada 3,2% . Hal ini berdasarkan World Economic Outlook yang diterbitkan oleh Lembaga Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) pada April 2024.

“Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan relatif stagnan dengan berbagai risiko dan tantangan yang berkembang,” tutur Sri Mulyani.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menguat 2,7 pada 2024. Hal ini berdampak pada potensi penundaan dimulainya pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed atau terjadinya era higher for longer di AS. Di sisi lain di pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan melambat dari 5,2% year on year pada 2023 menjadi 4,6% pada 2024.

Sri Mulyani mengatakan dinamika ekonomi keuangan global mengalami perubahan sangat cepat dengan kecenderungan ke arah negatif, akibat eskalasi perang di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik yang makin tinggi.

Kebijakan moneter AS yang cenderung mempertahankan suku bunga lebih lama dan penundaan pemangkasan dari Fed fund rate serta tingginya yield dari US Treasury telah menyebabkan terjadinya arus modal portofolio keluar dari negara-negara berkembang pindah ke AS.

Hal ini menyebabkan penguatan mata uang dolar AS dan melemahnya nilai tukar dari berbagai negara. Oleh karena itu, KSSK terus mencermati sejumlah faktor yang terjadi dalam perekonomian dunia.

“KSSK akan terus siaga mengantisipasi dengan respons kebijakan yang sinergis dan efektif untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan dan ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia dan stabilitas sistem keuangan,” tutur Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, di tengah ketidakpastian global tersebut kinerja ekonomi Indonesia masih cukup resilien. Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 diperkirakan akan tetap berada di atas 5% dan menguat dibandingkan kuartal IV 2023.

Hal ini didukung permintaan domestik yang tetap kuat baik dari sisi konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga, dan konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumahtangga (LNPRT). Seiring penyelenggaraan pemilihan umum yang menyebabkan beberapa belanja yang harus dilakukan front loading untuk kebijakan APBN dengan menaikkan gaji aparatur sipil negara (ASN) dan pensiun, serta pemberian THR dengan tunjangan kinerja 100% memberikan dukungan pada belanja pemerintah yang memperkuat daya beli masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BNI Komitmen Tuntaskan Pengembalian Dana Nasabah CU Aek Nabara Rp 28 M

BNI Komitmen Tuntaskan Pengembalian Dana Nasabah CU Aek Nabara Rp 28 M

EKONOMI
Pasar Modal RI Kredibel, OJK Sambut Positif Penilaian FTSE Russell

Pasar Modal RI Kredibel, OJK Sambut Positif Penilaian FTSE Russell

EKONOMI
Era Baru OJK, Reformasi Pasar Modal Langsung Dikebut

Era Baru OJK, Reformasi Pasar Modal Langsung Dikebut

EKONOMI
Banggar DPR Minta Prabowo Pimpin Reformasi Keuangan dan Fiskal

Banggar DPR Minta Prabowo Pimpin Reformasi Keuangan dan Fiskal

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon