BI Kucurkan Likuiditas ke Perbankan, Ekonom: Spiritnya Positif untuk Genjot Kredit
Selasa, 6 Agustus 2024 | 07:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menilai kebijakan Bank Indonesia (BI) menambah likuiditas atau insentif sebesar Rp 255,8 triliun per Juni 2024 ke sektor perbankan merupakan spirit positif. Hal ini akan membuat bank-bank komersial meningkatkan porsi kreditnya sehingga sesuai target industri.
“Ketika terjadi perebutan dana pihak ketiga (DPK), bank-bank itu biarlah berlomba-lomba, tetapi tidak harus menaikkan suku bunga khusus atau special rate untuk meningkatkan likuiditas. Namun, bersaing dalam sisi intermediasi atau penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas,” jelas Ryan Kiryanto dalam “Investor Market Today” di IDTV, Senin (5/8/2024).
Dia mengatakan dukungan likuiditas bank sentral kepada bank-bank yang menyalurkan pinjaman ke sektor-sektor prioritas memiliki daya ungkit terhadap perekonomian nasional. Hal ini dapat menyebabkan multiplier effect tinggi kepada sendi perekonomuan dalam negeri, termasuk pembiayaan untuk ekonomi hijau (green economy).
“Sekiranya ada bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas BI, maka besaran percentage point untuk kewajiban menempatkan akses likuiditasnya bisa dikurangi karena kewajiban bank pada BI itu berkurang,” tutur Ryan.
Sebelumnya, BI memberikan tambahan likuiditas kepada perbankan sebesar Rp 255,8 triliun. Bahkan, BI menargetkan penambahan dana ini mencapai Rp 280 triliun hingga akhir tahun. Adapun jika diperinci, guyuran insentif ini sudah disalurkan pada bank BUMN senilai Rp 118,4 triliun, bank swasta nasional Rp 108,9 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) Rp 9 triliun dan bank asing Rp 3,5 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




