ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dukung Pengembangan Ekosistem EV, China Perkuat Investasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia

Minggu, 25 Agustus 2024 | 08:09 WIB
JS
R
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: RZL
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Menlu China Wang Yi di Beijing, Jumat, 23 Agustus 2024.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Menlu China Wang Yi di Beijing, Jumat, 23 Agustus 2024. (Kemenlu)

Beijing, Beritasatu.com - Komitmen China untuk meningkatkan investasinya di industri kendaraan listrik (electric vehicles/EV) Indonesia menjadi salah satu pembicaraan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menlu China Wang Yi di Beijing, Jumat (23/8/2024).

"China adalah salah satu mitra penting Indonesia. Kedua belah pihak akan berusaha membangun kepercayaan timbal balik dan memperkuat hubungan yang saling menguntungkan yang didasarkan pada penghormatan terhadap multilateralisme dan hukum internasional," kata Retno dalam pernyataannya kepada media seusai pertemuan.

"Kami telah sepakat untuk meningkatkan investasi China di sektor EV Indonesia guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik," tambah Retno.

ADVERTISEMENT

China telah menjadi salah satu investor asing terbesar di Indonesia selama beberap tahun terakhir. Sementara China telah berinvestasi di industri pengolahan domestik, Indonesia ingin kemitraan ini mengadopsi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG).

"Saya menekankan pentingnya memiliki kemitraan berkualitas yang memperhatikan prinsip-prinsip ESG dan standar internasional, termasuk prinsip-prinsip panduan PBB tentang bisnis dan hak asasi manusia," ujar Retno.

Pada awal bulan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik milik raksasa material baterai asal China, BTR, di Kendal, Jawa Tengah. Pabrik itu mampu memproduksi 80.000 ton bahan anoda untuk baterai lithium-ion setiap tahunnya. Angka itu cukup untuk mendukung produksi 1,5 juta kendaraan listrik. BTR berencana untuk menggandakan kapasitas produksi tahunan tersebut.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat China telah menginvestasikan US$ 3,9 miliar sepanjang paruh pertama 2024. China menjadi sumber penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) terbesar kedua bagi Indonesia selama periode tersebut. Singapura masih menjadi investor asing terbesar Indonesia dengan  nilai investasi sekitar US$ 8,9 miliar.

Sementara itu, realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp 181,4 triliun (US$ 11,6 miliar) di semester I 2024. Sekitar Rp 6 triliun (US$ 389,5 juta) dialokasikan untuk ekosistem baterai EV, sementara Rp 80,9 triliun (US$ 5,1 miliar) terkait dengan investasi peleburan nikel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Listrik China Tembus 61 Persen pada April 2026

Penjualan Mobil Listrik China Tembus 61 Persen pada April 2026

OTOTEKNO
BYD Siapkan Varian Mobil Listrik Atto 1 dengan Harga Lebih Murah

BYD Siapkan Varian Mobil Listrik Atto 1 dengan Harga Lebih Murah

OTOTEKNO
Indomobil Expo 2026 Dorong Percepatan Ekosistem EV Nasional

Indomobil Expo 2026 Dorong Percepatan Ekosistem EV Nasional

OTOTEKNO
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Purbaya: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM Indonesia

Purbaya: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM Indonesia

EKONOMI
Porsche Taycan Turbo GT Pecahkan Rekor Mobil Listrik di Nürburgring

Porsche Taycan Turbo GT Pecahkan Rekor Mobil Listrik di Nürburgring

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon