Sentimen Pilpres AS Dorong Rupiah Perkasa
Jumat, 13 September 2024 | 11:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rupiah perkasa pada perdagangan Jumat (13/9/2024), terpengaruh sentimen Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024. Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia juga menghijau pada awal perdagangan.
Pada awal perdagangan Jumat pagi, rupiah menguat 29 poin atau 0,19% menjadi Rp 15.410 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp 15.439 per dolar AS.
Baca Juga: Debat Pilpres AS 2024: Kamala Harris Ingin Menang Lawan AI dan Komputasi Kuantum China
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang masih tertekan oleh harapan jangka panjang, bahwa dolar AS akan lebih lemah apabila Harris memenangkan Pilpres AS," kata analis mata uang Lukman Leong dikutip dari Antara, Jumat (13/9/2024).
Calon presiden AS yang mewakili Partai Demokrat Kamala Harris dan saingannya dari Partai Republik Donald Trump akan bertarung memperebutkan kursi kepresidenan pada pilpres yang digelar pada 5 November 2024.
Namun, penguatan rupiah akan terbatas karena investor cenderung masih menantikan meeting Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan untuk melihat arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS atau suku bunga The Fed.
Bank sentral AS Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan fed funds rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps).
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 15.350 per dolar AS hingga Rp 15.450 per dolar AS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




