ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RI Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Jokowi: Harus Dikendalikan

Minggu, 6 Oktober 2024 | 14:43 WIB
FE
MF
Penulis: Fito Akhmad Erlangga | Editor: DIN
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan perlunya mencermati kembali apa penyebab deflasi yang menghantam Indonesia 5 bulan berturut-turut, Minggu, 6 Oktober 2024.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan perlunya mencermati kembali apa penyebab deflasi yang menghantam Indonesia 5 bulan berturut-turut, Minggu, 6 Oktober 2024. (Beritasatu.com/Fito Akhmad Erlangga)

IKN, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan perlunya mencermati kembali apa penyebab deflasi yang menghantam Indonesia 5 bulan berturut-turut. Ia mengungkapkan dua kemungkinan, yakni deflasi bisa disebabkan oleh penurunan harga barang atau bisa juga akibat dari penurunan daya beli masyarakat.

"Pertama, coba dicek betul deflasi itu karena penurunan harga-harga barang karena pasokannya baik, karena distribusinya baik, karena transportasi enggak ada hambatan, atau karena memang ada daya beli yang berkurang," ungkapnya saat dijumpai seusai menghadiri Nusantara TNI Fun Run di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Minggu (6/10/2024).

Kebalikan dari inflasi, deflasi adalah penurunan harga-harga barang. Meski demikian, Jokowi menegaskan keduanya perlu dikendalikan. Di satu sisi, deflasi bisa merugikan produsen, di sisi yang lain, pengendalian deflasi juga harus dipastikan tidak menimbulkan kenaikan harga barang atau inflasi yang berdampak pada konsumen.

ADVERTISEMENT

"Tetapi, apa pun yang namanya deflasi maupun inflasi itu dua-duanya harus dikendalikan, sehingga harga stabil tidak merugikan produsen, bisa petani, bisa nelayan, bisa UMKM, bisa pabrikan, tetapi juga dari sisi konsumen, supaya harga juga tidak naik," tegasnya.

Jokowi menjelaskan saat ini inflasi tahunan (year on year) RI masih berada di tingkat yang cukup baik, yakni sekitar 1,8%. Meski demikan, Jokowi mewanti-wanti agar angka itu tak terlalu rendah sehingga tidak merugikan produsen dalam berbagai sektor ekonomi.

"Pengendalian itu yang diperlukan, keseimbangan itu yang diperlukan, dan kita saat ini kalau terakhir inflasi year on year itu kira-kira 1,8%, baik, tetapi jangan sampai itu terlalu rendah juga supaya produsen tidak dirugikan, supaya petani yang berproduksi tidak dirugikan," jelas Jokowi.

Jokowi mengakui bahwa menjaga keseimbangan harga bukan perkara mudah bagi pemerintah. Meski demikian, pemerintah menurutnya akan terus berupaya untuk memastikan stabilitas harga guna melindungi  produsen maupun konsumen di seluruh sektor perekonomian.

"Menjaga keseimbangan itu yang tidak mudah dan kita akan berusaha terus," pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi tahunan sebesar 1,84% pada September 2024. Sedangkan secara bulanan, terjadi deflasi 0,12% dan secara year to date atau tahun kalender terjadi inflasi sebesar 0,74%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Pangan Terkendali, 3 Daerah Pascabencana Sumatera Alami Deflasi

Harga Pangan Terkendali, 3 Daerah Pascabencana Sumatera Alami Deflasi

EKONOMI
Beras Catat Deflasi, Bapanas: Bukti Intervensi Pemerintah Efektif

Beras Catat Deflasi, Bapanas: Bukti Intervensi Pemerintah Efektif

EKONOMI
Penurunan Harga Beras Bisa Redam Tingkat Inflasi pada September 2025

Penurunan Harga Beras Bisa Redam Tingkat Inflasi pada September 2025

EKONOMI
Cabai Rawit, Bensin, dan Tembakau Dorong Deflasi Agustus 2025

Cabai Rawit, Bensin, dan Tembakau Dorong Deflasi Agustus 2025

EKONOMI
BPS: Ekonomi RI Alami Deflasi 0,08 Persen pada Agustus 2025

BPS: Ekonomi RI Alami Deflasi 0,08 Persen pada Agustus 2025

EKONOMI
Mengukur Dampak Stimulus terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Mengukur Dampak Stimulus terhadap Pertumbuhan Ekonomi

B-PLUS

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon