Harga Emas Turun karena Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Naik
Sabtu, 2 November 2024 | 06:44 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga emas turun pada Jumat (1/11/2024) tertekan penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS di tengah pertumbuhan pekerjaan di AS yang di bawah ekspektasi sehingga memengaruhi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$ 2.736,28 per ons dan harga emas berjangka AS stabil pada US$ 2.749,2.
Penggajian nonpertanian AS meningkat sebanyak 12.000 pekerjaan pada Oktober, kenaikan terkecil sejak Desember 2020, dipengaruhi badai dan pemogokan pekerja pabrik Boeing.
Dolar menguat 0,4% dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun pulih dari penurunan, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.
“Banyak risiko menjelang Pemilu AS di samping rencana serangan balasan Iran terhadap Israel dan laporan pekerjaan yang buruk sehingga mendorong penurunan suku bunga Fed,” kata analis pasar RJO Futures Bob Haberkorn dilansir CNBC International.
Jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Harris dalam Pilpres AS pada Selasa (5/11/2024).
Emas, yang merupakan lindung nilai ketidakpastian ekonomi dan politik, cenderung berkembang dalam lingkungan suku bunga rendah.
Standard Chartered dalam catatannya menyebutkan, harga emas biasanya dipengaruhi dolar dan imbal hasil. Namun, minat pasar yang tinggi terhadap emas saat ini sebagian didorong Pilpres AS, pemangkasan suku bunga Fed, dan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Sementara harga perak turun 0,7% menjadi US$ 32,42 per ons, platinum naik 0,3% menjadi US$ 990,45, dan paladium turun 0,4% menjadi US$ 1.101,25.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




