ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kebijakan PPN 12 Persen Bisa Gerus Jumlah Kelas Menengah

Rabu, 20 November 2024 | 10:27 WIB
V
H
Penulis: Vinnilya | Editor: HE
Ilustrasi karyawan swasta.
Ilustrasi karyawan swasta. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 2025. Menurutnya, kebijakan PPN 12 persen berisiko semakin menyusutkan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia.

“Situasinya sangat memprihatinkan. Kelas menengah kita kan yang paling terpukul, terutama setelah Covid-19. Justru banyak dari kelompok mereka, terutama dari sektor UMKM yang luput dari perhatian dan tidak tertolong,” ujar Bob Azam dalam program “Investor Market Today” IDTV, Selasa (19/11/2024).

Bob menjelaskan, sekitar 15 persen masyarakat kelas menengah turun kelas ke kelompok menengah ke bawah. Padahal, kelas menengah ini membutuhkan perhatian lebih, karena sebagian besar program pemerintah difokuskan pada masyarakat miskin.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, kelas menengah justru menjadi pihak yang harus menanggung beban tambahan, termasuk dengan adanya PPN 12 persen.

Bob menambahkan, penurunan jumlah kelas menengah akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat secara keseluruhan dan menghambat pertumbuhan sektor konsumsi. Padahal, konsumsi rumah tangga memberi kontribusi sebesar 57 persen pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Jadi mungkin target pertumbuhan ekonomi 8% akan sulit dicapai dengan kondisi saat ini," kata Bob Azam. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

1 Tahun Prabowo-Gibran: Desember 2024, PPN Barang Mewah Naik

1 Tahun Prabowo-Gibran: Desember 2024, PPN Barang Mewah Naik

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon