Pemerintah Bidik Sinergi Swasta dan Asosiasi untuk Bangun 3 Juta Rumah
Selasa, 11 Februari 2025 | 13:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan, pemerintah bersama BUMN akan bersinergi dengan swasta dan asosiasi untuk membangun tiga juta rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pria yang akrab disapa Ara juga meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir guna memastikan aspek kepastian hukum dengan pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Saya juga minta Pak Erick untuk memastikan semua prosesnya berjalan dengan benar, serta memberikan keuntungan bagi setiap pihak, yakni negara, rakyat yang akan menempati rumahnya, dan juga dunia usaha,” katanya saat konferensi pers di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (10/2/2025).
Ia juga memastikan bahwa pembangunan 3 juta rumah akan dikerjakan oleh pengembang tepercaya, sehingga masyarakat tidak akan kecewa dengan kualitas rumah subsidi yang dibangun. Selain itu, negara dalam konteks ini BUMN, juga bersinergi juga dengan para pengusaha besar, menengah, kecil, dan pengusaha lokal.
“Presiden Prabowo meminta agar pengembang rumah subsidi adalah pihak yang benar dan bertanggung jawab. Sebab, saya telah melihat sendiri ada proyek yang tidak baik, ada yang banjir, ada yang retak. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.
Beberapa asosiasi yang disebutkan terlibat dalam pembangunan tiga juta rumah tersebut adalah REI, Himpera, Perumnas, Apersi, dan Appernas Jaya.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaedi menjelaskan, asosiasi yang ia pimpin akan fokus kepada pembangunan rumah KPR bersubsidi untuk masyarakat kecil.
"Apersi fokus kepada pembangunan rumah KPR bersubsidi untuk masyarakat kecil. Saya sangat apresiasi kepada menteri BUMN dan menteri PKP yang selalu konsolidasi dan koordinasi bagaimana mewujudkan rumah rakyat karena itu sebagai program strategis," ucap dia.
Diketahui sudah ada lima lokasi strategis di Jakarta dan sekitarnya untuk pembangunan tiga juta rumah. Terkait itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, saat ini ada 792 hektare lahan BUMN yang siap untuk program tiga juta rumah. Nantinya pada lahan tersebut akan dibangun sebanyak 123.000 rumah.
Selain milik Perumnas dan KAI, lahan milik PT Perkebunan Negara (PTPN), PT Perhutani, dan PT Sang Hyang Seri (SHS) juga berpotensi untuk turut digunakan dalam program tiga juta rumah. Meski demikian Erick akan melakukan pemetaan penggunaan lahan tersebut.
“Nanti kita mapping dahulu. Kan kita juga ada penugasan swasembada pangan dan energi. Kita tahu, 70% Indonesia ini laut bukan tanah, hanya 30% tanah,” papar Erick.
Selain itu, terkait pembangunan program tiga juta rumah, terdapat kerja sama antara BUMN dengan sektor swasta.
“Kita ingin memastikan kerja sama ini ada payung hukum yang jelas. Kita ingin memastikan antara private sector dan BUMN bekerja secara transparan,” pungkas Erick dalam menanggapi program pembangunan 3 juta rumah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




