Harga Emas Naik karena Pelemahan Dolar AS dan Kekhawatiran Perang Dagang
Selasa, 18 Februari 2025 | 06:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dunia kembali ke atas level US$ 2.900 per troy ons pada Senin (17/2/2025), didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta kekhawatiran akan perang dagang setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif impor balasan.
Dilansir dari Reuters, harga emas spot menguat sebesar 0,5% menjadi US$ 2.897,49 per troy ons. Pada pekan lalu, harga emas mencatat rekor tertinggi pada level US$ 2.942,70. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 0,3% ke level US$ 2.910,30 per troy ons.
Indeks dolar AS mendekati level terendah dua bulan, membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
"Emas masih mendapatkan keuntungan dari para investor yang mencari aset safe haven di tengah kekhawatiran perang dagang dan tarif," kata analis UBS Giovanni Staunovo.
Giovanni melihat potensi kenaikan harga emas hingga ke level US$ 3.000 yang juga didorong oleh permintaan bank sentral yang terus berlanjut.
Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Trump kembali menegaskan ancaman tarifnya. Dia mengatakan bahwa bea masuk untuk mobil akan diberlakukan mulai 2 April 2025. Ini adalah kebijakan terbaru dalam rangkaian tindakan perdagangan yang telah ia umumkan sejak menjabat sebagai presiden AS untuk kedua kalinya.
Sementara itu, perundingan perdamaian Ukraina juga menjadi salah satu fokus utama pasar.
Di sisi lain, emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, tetapi suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Beberapa pejabat Federal Reserve dijadwalkan akan berbicara minggu ini, dan pelaku pasar akan mencermati petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
Dengan meningkatnya ketidakpastian global dan perundingan geopolitik yang masih berlangsung, harga emas dan logam mulia lainnya kemungkinan tetap volatil dalam waktu dekat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




