Jokowi Resmikan PLTP Kamojang Unit 5
Investasi US$ 2,5 Miliar, Pertamina Targetkan Kapasitas PLTP 907 MW
Minggu, 5 Juli 2015 | 12:56 WIB
Garut – PT Pertamina (Persero) akan terus menggenjot pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) menjadi 907 megawatt (MW) hingga 2019 dengan investasi sekitar US$ 2,5 miliar atau Rp 30 triliun lebih.
Upaya Pertamina tersebut sekaligus untuk mendorong pemanfaatan panas bumi yang saat ini masih di kisaran 5% dari total sumber daya panas bumi nasional.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto saat peresmian PLTP Kamojang Unit 5 yang berkapasitas 1x35 MW.
Peresmian proyek tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh jajaran menteri Kabinet Kerja, di Kawasan PLTP Kamojang, Garut, Jawa Barat, Minggu (5/7).
Dwi menjelaskan, PLTP Kamojang Unit 5 telah beroperasi secara komersial dengan mengalirkan listrik kepada PT PLN (Persero) pada 29 Juni 2015 pukul 00.00 WIB.
Proyek ini menjadi salah satu milestone penting Pertamina untuk masuk ke era bisnis total project panas bumi, di mana Pertamina menggarap panas bumi dari uap hingga menjadi listrik.
Pertamina telah menempatkan pengembangan panas bumi dalam salah satu prioritas strategis, dan perusahaan telah memiliki cetak biru pengembangan panas bumi hingga 2019.
Kendati banyak hambatan yang harus dihadapi, lanjut Dwi, Pertamina menegaskan posisi kepemimpinannya dengan terus merealisasikan proyek-proyek panas bumi di Tanah Air.
Dwi mengakui pengembangan panas bumi memang tidak mudah. Hal itu terbuki kendati Indonesia memiliki potensi terbesar di dunia dengan 28.000 MW, tapi baru kisaran 5% yang termanfaatkan.
"Pertamina komit mempercepat pemanfaatan panas bumi dan konsisten menjadi yang terdepan dalam melaksanakan pengembangan panas bumi di Indonesia. Bahkan, di saat investor lain tidak banyak tergerak karena berbagai hambatan yang dialami, kami terus berinvestasi di sektor panas bumi salah satunya PLTP Kamojang 5 yang diresmikan oleh Presiden RI hari ini," kata Dwi Soetjipto.
Saat ini Pertamina sedang melaksanakan proyek pengembangan panas bumi, meliputi PLTP Kamojang 5 (1x35 MW) dan Karaha (1x30 MW) di Jawa Barat, Ulubelu 3 & 4 (2x55 MW) di Lampung, Lumut Balai 1 dan 2 (2x55 MW) di Sumatera Selatan, Lahendong 5 dan 6 (2x20 MW) dan pembangkit skala kecil Lahendong 2x5 MW di Sulawesi Utara, Sibayak 1x5 MW di Sumatera Utara, Hululais 1 dan 2 (2x55 MW) di Bengkulu, Sungai Penuh 1 (1x55 MW) di Jambi.
Keseluruhan proyek tersebut memiliki total kapasitas pembangkitan 505 MW dan investasi sekitar US$ 2,5 miliar.
Proyek-proyek tersebut akan mulai beroperasi komersial secara bertahap mulai 2015 hingga 2019. Dengan tuntasnya proyek-proyek tersebut, Pertamina akan memiliki kapasitas sebesar 907 MW pada tahun 2019 yang dapat menghemat penggunaan BBM sekitar 43.000 barel setara minyak per hari.
Sebagai wujud komitmen Pertamina terhadap optimalisasi local content, dan memperkuat sinergi di antara perusahaan milik negara, hampir seluruh proyek panas bumi yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dilaksanakan oleh PT Rekayasa Industri.
Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 7.000 orang selama proyek berlangsung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




