ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Ekonomi 4,87 Persen Tetap Positif di Tengah Krisis

Selasa, 6 Mei 2025 | 11:16 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Pejalan kaki melewati jembatan penyebrangan di antara kemacetan di Jalan Sudirman, kawasan Setiabudi, Jakarta, Jumat 25 April 2025.
Pejalan kaki melewati jembatan penyebrangan di antara kemacetan di Jalan Sudirman, kawasan Setiabudi, Jakarta, Jumat 25 April 2025. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 4,87% pada kuartal I 2025 dinilai cukup positif oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Ia menilai angka ini menunjukkan resiliensi ekonomi nasional, terutama jika dibandingkan dengan performa sejumlah negara lain yang menghadapi tekanan serupa.

“Pertumbuhan ekonomi kita sebesar 4,87% itu sudah sangat baik, apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga terdampak oleh situasi global,” ujar Erick di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Ia menambahkan, tantangan eksternal seperti kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS), perang dagang AS-China, hingga ketidakpastian geopolitik, terus membayangi perekonomian dunia. Namun, Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup solid.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Erick tetap mengimbau seluruh pihak untuk waspada. Konflik baru seperti memanasnya hubungan India dan Pakistan berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan, khususnya ekspor komoditas unggulan Indonesia.

"Jika eskalasi konflik berlanjut, tentu bisa berdampak pada perdagangan batu bara dan kelapa sawit kita, karena dua negara itu merupakan mitra dagang penting," jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah, Kementerian BUMN telah melakukan stress test atau uji ketahanan terhadap tekanan ekstrem. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi tetap optimal di tengah tekanan global.

“Kami bersama Pak Rosan (CEO Danantara) sudah melakukan pertemuan dengan seluruh direksi BUMN, membahas aksi korporasi ke depan dan mengadakan stress test untuk melihat daya tahan masing-masing perusahaan,” tutur Erick.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan BUMN harus diperkuat agar tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meskipun tantangan eksternal semakin kompleks.

Dengan langkah antisipatif, seperti stress test dan penguatan aksi korporasi, diharapkan BUMN dapat terus menjadi pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

B-PLUS
Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon