Proyek Tanggul Laut Raksasa Juga Akan Dikembangkan Jadi Pusat Bisnis
Jumat, 9 Mei 2025 | 23:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, proyek pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) tidak hanya difokuskan pada mitigasi bencana, tetapi juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi baru.
Menurut AHY, konsep pembangunan tanggul akan menggabungkan aspek perlindungan lingkungan dengan pengembangan tata ruang yang bernilai ekonomi tinggi. Ia meyakini, jika dirancang dengan tepat, proyek ini dapat memberikan manfaat ganda.
"Jika didesain secara optimal, proyek ini bisa menguntungkan semua pihak. Selain mencegah bencana, juga membuka peluang pengembangan properti komersial seperti hunian, kawasan bisnis, wisata, dan lainnya," ujar AHY saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Lebih lanjut, AHY menyebut bahwa untuk mendukung pembiayaan proyek tersebut, pemerintah akan menggelar International Conference on Infrastructure. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan proyek-proyek strategis nasional, termasuk tanggul laut raksasa, kepada calon investor domestik maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa ini penting untuk menyelamatkan wilayah pesisir utara Jakarta dan Jawa dari ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, serta naiknya permukaan air laut yang kian mengancam pemukiman warga yang kini sudah banyak berada di bawah permukaan laut.
Walaupun saat ini telah ada struktur tanggul yang dibangun, AHY mengingatkan bahwa infrastruktur yang ada tidak cukup untuk jangka panjang. Oleh karena itu, pembangunan tanggul laut skala besar menjadi kebutuhan mendesak.
"Tanggul yang ada sekarang tidak dirancang untuk jangka panjang, tidak akan cukup kuat jika kita tarik ke belasan tahun ke depan," tutupnya terkait tanggul laut raksasa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




