Nielsen dan Fractal Kerja Sama Pengukuran Media Luar Ruang
Senin, 6 Juli 2015 | 17:01 WIB
Jakarta - Nielsen dan Fractal menjalin kerja sama layanan sindikasi pengukuran media luar ruang. Pengukuran ini dilaksanakan untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai efektifitas iklan luar ruang, seperti billboard dan videotron.
"Kerja sama ini sangat menarik. Karena pengukuran ini (media luar ruang) belum pernah ada di Indonesia dan belum pernah ada di negara-negara lain tempat Nielsen beroperasi," jelas Media Director Nielsen Indonesia Hellen Kathrina di Jakarta, Senin (6/7).
Saat ini, katanya, potensi media luar ruangan masih belum terpapar jelas. Padahal, salah satu cara menjadikan brand seseorang sebagai top of mind masyarakat adalah lewat iklan luar ruang karena paling dekat dengan masyarakat yang rata-rata berada di jalan 5 jam per hari. "Penetrasi media luar ruang di Indonesia adalah 52%, tertinggi kedua setelah televisi," katanya.
Dikatakan, selama ini belum diketahui secara jelas. "Brand manapun harus memberikan high investment jika ingin pasang billboard, sewaktu-waktu pun harus ada tambahan biaya maintanance. Nah, terlalu banyak biaya, akhirnya pengiklan pun akan berpikir apakah investasinya dalam iklan itu efektif atau tidak, terjangkau targetnya atau tidak," kata Hellen.
Hal inilah, kata dia, yang melatarbelakangi kerja sama Nielsen dan Fractal.
"Dengan pengukuran ini, pada akhirnya pengiklan akan mengetahui, lokasi yang paling cocok untuk iklannya, bagaimana situasi kompetitornya, dan apakah iklan tersebut sudah sampai pada audience yang dituju," jelas Hellen.
Kerja sama ini akan berbentuk penyediaan titik-titik kompetitor, pengukuran perbandingan investasi, dan tempat yang efektif sesuai pengeluaran perusahaan tertentu, memonitor audience, memonitor kegiatan advertisement, dan melakukan survey berkala. "Laporan inilah yang kemudian kami rangkum dan akan kami bagikan kepada pengiklan setiap bulannya (update data)," jelas Hellen.
Menurut Managing Director Fractal Reza Sjarif, sampai saat ini terhitung 485 brand sudah menggunakan media luar ruangan untuk iklan. Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengefektifkan kerja media luar ruang adalah monitoring. Sistem monitoring tentunya mampu menjadi landasan dalam memastikan setiap iklan akan ditayangkan di tempat yang sesuai.
Kegiatan monitoring ini, kata dia, akan dilaksanakan terus menerus dengan bantuan teknologi GPS dalam memantau 1.708 titik media luar ruangan di DKI Jakarta. Belanja iklan pada 2014 tercatat Rp 110 triliun, yang terdiri dari 70% televisi dan 30% media cetak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
BMKG Warning! Jakarta Diprakirakan Diguyur Hujan Lebat Malam Ini




