ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kajian BEI Tambah Jam Perdagangan untuk Dongkrak Transaksi

Minggu, 25 Mei 2025 | 10:37 WIB
MF
H
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: HE
Karyawan melintas di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.
Karyawan melintas di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam upaya meningkatkan nilai transaksi di pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji kemungkinan tambah jam perdagangan atau sesi harian dari yang saat ini masih dua sesi.

Kajian tersebut saat ini masih dalam tahap awal dan memerlukan diskusi yang panjang dengan para pelaku pasar.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyampaikan, kajian BEI tambah jam perdagangan ini juga sejalan dengan arah perkembangan bursa internasional, seperti New York Stock Exchange (NYSE).

"Ini (wacana penambahan jam perdagangan) masih dalam kajian kami dan tentunya akan dibicarakan lebih lanjut dengan pelaku pasar,” ujar Iman Rachman, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Ditambahkan Iman, upaya meningkatkan nilai transaksi pasar tidak melulu harus melalui penambahan hari perdagangan. Ada banyak cara yang sebetulnya bisa ditempuh.

Diketahui, Nasdaq juga berencana meluncurkan perdagangan 24 jam bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk memodernisasi pasar. Perdagangan akan tetap berlangsung lima hari seminggu dengan perubahan yang diharapkan akan diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026. Langkah ini masih menunggu persetujuan regulasi.

Sementara itu, NYSE sedang merencanakan untuk memperpanjang jam perdagangan di platform NYSE Arca menjadi 22 jam per hari pada hari kerja. Langkah ini diambil untuk memenuhi permintaan global akan perdagangan yang lebih fleksibel. Selain itu, Cboe Global Markets juga berencana untuk memperpanjang jam perdagangan mereka menjadi 24 jam per hari, lima hari dalam seminggu.

IHSG Sepekan

Sementara itu, pergerakan IHSG selama sepekan atau periode 19-23 Mei 2025 naik 1,51% dan ditutup pada level 7.214,163 dari 7.106,526 pada pekan lalu.

Nilai transaksi harian di BEI selama sepekan menyusut sebesar 12,51% menjadi Rp 14,52 triliun dari Rp 16,59 triliun pada pekan sebelumnya. Penurunan juga terlihat pada rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini, yaitu sebesar 24,15% menjadi 22,78 miliar lembar saham dari 30,02 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, terjadi peningkatan kapitalisasi pasar BEI sebesar 1,97% menjadi Rp 12.561 triliun dari Rp 12.318 triliun pada sepekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun sebesar 4,46%, menjadi 1,36 juta kali transaksi dari 1,42 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Terkait rencana BEI tambah jam perdagangan, Iman mengatakan apabila hal ini benar-benar direalisasikan, penting untuk menetapkan target pasar yang tepat, agar kebijakan tersebut efektif dan berdampak positif bagi ekosistem perdagangan. Hal ini mirip dengan proses saat diputuskan untuk memperpanjang jam perdagangan dari pukul 15.00 WIB menjadi pukul 16.00 WIB.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon