ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Negosiasi AS-Tiongkok Macet, Trump dan Xi Jinping Harus Turun Tangan

Jumat, 30 Mei 2025 | 16:52 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) mengeklaim ada reset total mengenai kebijakan tarif yang telah ia putuskan sebelumnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) mengeklaim ada reset total mengenai kebijakan tarif yang telah ia putuskan sebelumnya. (Nikkei Asia/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyatakan, pembicaraan perdagangan antara AS dan Tiongkok tengah mengalami kebuntuan. Ia menilai situasi ini membutuhkan campur tangan langsung dari Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.

“Negosiasinya agak macet. Kemungkinan akan ada komunikasi langsung antara kedua pemimpin dalam waktu dekat,” kata Bessent dikutip dari CNBC International, Jumat (30/5/2025).

Sebelumnya, Bessent terlibat dalam perundingan penting yang berlangsung di Swiss pada Selasa (12/5/2025). Hasilnya, kedua negara sepakat untuk menangguhkan kenaikan tarif lebih dari 100% selama 90 hari, hingga pertengahan Agustus. Pekan lalu, perwakilan diplomatik kedua negara juga melakukan panggilan telepon sebagai tindak lanjut.

ADVERTISEMENT

Namun, perkembangan positif itu mulai terhambat. AS terus memperketat pembatasan teknologi terhadap Tiongkok, sementara Beijing belum melonggarkan ekspor tanah jarang seperti yang diharapkan Washington.

“Dengan skala dan kompleksitas isu yang dibahas, saya rasa intervensi langsung dari kedua kepala negara sangat diperlukan,” ujar Bessent.

Ia meyakini bahwa hubungan pribadi Trump dan Xi bisa membuka jalan bagi kemajuan baru.

Trump dan Xi terakhir kali berbicara pada Januari, menjelang pelantikan Trump untuk masa jabatan keduanya. Trump mengisyaratkan keinginan untuk berbicara kembali dengan Xi, tetapi analis memperkirakan Tiongkok hanya akan merespons jika ada jaminan dari AS untuk menghindari kejutan kebijakan selama pembicaraan.

Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok He Yongqian mengonfirmasi komunikasi antara kedua negara masih berlanjut pascaperjanjian di Swiss. Namun, ia kembali mendesak AS menghentikan kebijakan ekspor cip yang dinilai merugikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Airlangga: BRICS dan QRIS Tidak Dibahas dalam Negosiasi Tarif RI-AS

Airlangga: BRICS dan QRIS Tidak Dibahas dalam Negosiasi Tarif RI-AS

EKONOMI
AS dan Korea Selatan Capai Kesepakatan dalam Negosiasi Perdagangan

AS dan Korea Selatan Capai Kesepakatan dalam Negosiasi Perdagangan

EKONOMI
Indonesia-AS Lanjutkan Negosiasi Perdagangan Tanpa Batasan Waktu

Indonesia-AS Lanjutkan Negosiasi Perdagangan Tanpa Batasan Waktu

EKONOMI
Diplomasi Garuda Jadi Bukti Negosiasi Terbaik bagi Ekonomi Indonesia

Diplomasi Garuda Jadi Bukti Negosiasi Terbaik bagi Ekonomi Indonesia

EKONOMI
Trump Ngaku Harus Negosiasi dengan Prabowo, Teddy: Kepiawaian Pemimpin

Trump Ngaku Harus Negosiasi dengan Prabowo, Teddy: Kepiawaian Pemimpin

NASIONAL
Nego RI-AS Tak Hanya Bahas Tarif, Ekonomi Digital Juga Jadi Sorotan

Nego RI-AS Tak Hanya Bahas Tarif, Ekonomi Digital Juga Jadi Sorotan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon