ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia-AS Lanjutkan Negosiasi Perdagangan Tanpa Batasan Waktu

Jumat, 22 Agustus 2025 | 17:07 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto (tengah).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto (tengah). (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tidak memiliki batas waktu tertentu untuk mencapai kesepakatan baru.

Menurut Airlangga, perjanjian perdagangan tidak diukur dari tenggat, melainkan dari kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

“Tidak bicara deadline, ini kesepakatan kedua belah pihak,” ujarnya di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, negosiasi saat ini difokuskan pada sejumlah komoditas tertentu yang dikecualikan. Pemerintah berupaya agar komoditas tersebut mendapat fasilitas tarif impor nol persen atau bebas tarif.

Sebagai informasi, Indonesia dan AS telah menyepakati tarif resiprokal sebesar 19% yang berlaku sejak 7 Agustus 2025. Namun, masih ada beberapa komoditas yang sedang dalam tahap pembahasan.

“Tarif AS sudah berlaku, dan masih ada komoditas yang dikecualikan. Itu yang masih berproses,” tambah Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan proses negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung, meski Washington telah resmi memberlakukan tarif impor sebesar 19%.

"Executive order kemarin menyebut tujuh hari setelah 31 Juli. Kita tetap negosiasi, karena ingin beberapa komoditas yang tidak diproduksi AS bisa mendapat tarif 0 persen," kata Budi di kantor Kemendag, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, peluang penyesuaian tarif masih terbuka, mengingat sebelumnya Indonesia sempat dikenakan tarif 32%, lalu diturunkan menjadi 19% setelah penundaan selama tiga bulan dan negosiasi intensif.

"Awalnya 32%, lalu ditunda 3 bulan, turun jadi 10%, kemudian jadi 19%. Sekarang kita masih dorong supaya ada yang bisa 0%," jelasnya.

Budi juga mengungkapkan, Presiden AS Donald Trump masih membuka ruang dialog untuk membahas lebih lanjut tarif terhadap komoditas Indonesia.

Indonesia berupaya agar barang-barang yang tidak diproduksi oleh industri AS dapat memperoleh pembebasan bea masuk.

Namun, Budi belum bersedia membeberkan komoditas apa saja yang tengah diupayakan masuk dalam skema tarif nol persen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
Bank Dunia: Tarif AS Tak Banyak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Bank Dunia: Tarif AS Tak Banyak Pengaruhi Ekspor Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI
Tarif Global Trump Dibatalkan MA, Bea Cukai AS Siapkan Refund

Tarif Global Trump Dibatalkan MA, Bea Cukai AS Siapkan Refund

EKONOMI
Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

EKONOMI
Data 280 Juta Penduduk RI Tak Diserahkan ke AS karena Perjanjian ART

Data 280 Juta Penduduk RI Tak Diserahkan ke AS karena Perjanjian ART

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon