Diplomasi Garuda: Strategi RI Beli Barang AS, Bangun di Tanah Air
Senin, 28 Juli 2025 | 11:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia menempuh pendekatan strategis dalam menjaga hubungan dagang dengan Amerika Serikat (AS) setelah penerapan tarif baru 19%. Sebelumnya, diketahui Indonesia mendapatkan tarif resiprokal AS sebesar 32%.
Namun, upaya negosiasi panjang dari Pemerintah Indonesia, tarif 32% itu turun menjadi 19%. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Diplomasi ekonomi yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ini juga sebagai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Amerika defisit berapa langsung kita naikkan (pembelian) dan kita beli barang dari Amerika. Suratnya sudah dikirim awal April,” ujar Airlangga dalam perhelatan Investor Daily Round Table (IDRT) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Menurut Airlangga, Presiden Prabowo juga secara spesifik mendikte apa saja yang perlu dibeli dari AS untuk menekan ketidakseimbangan neraca perdagangan kedua negara.
“Pembelian energi sebesar US$ 15,5 miliar, pembelian sektor agriculture (pertanian) sebesar US$ 4,5 miliar, dan lainnya itu tambahan saja,” ungkapnya.
Meski melakukan pembelian dari AS, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tidak membangun fasilitas kilang (refinery) di AS, melainkan tetap di dalam negeri.
Hal ini bertujuan untuk mengefisiensikan logistik dan memaksimalkan manfaat di dalam negeri.
“Kita tidak bangun refinery di AS, tetapi di Indonesia, dan sifatnya small refinery. Pak Presiden mengarahkan agar kebutuhan itu dipecah, karena logistiknya akan lebih murah dan lebih efisien,” jelasnya.
Airlangga menambahkan, komponen yang dibeli dari AS mencakup engineering, procurement, and construction (EPC) serta peralatan pendukung, yang nantinya akan dibawa dan dirakit di Indonesia.
Terkait kabar yang menyebut Indonesia berinvestasi langsung di AS, Airlangga meluruskan.
“Sebelumnya ada yang sebut seakan-akan kita invest di sana. Invest di sana ada, tetapi itu dilakukan oleh perusahaan asli Purwakarta, PT Indorama. Mereka memang punya tradisi investasi di AS,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




