ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Alasan Pemerintah Kebut Perjanjian Perdagangan Bebas

Selasa, 29 Juli 2025 | 20:59 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Infografik tarif impor terbaru Presiden Donald Trump.
Infografik tarif impor terbaru Presiden Donald Trump. (Beritasatu.com/Felicia Karen Agatha Handjojo)

Di samping itu, Indonesia juga resmi menjadi anggota kelompok ekonomi BRICS sejak 7 Januari 2025, serta tengah menjalani proses aksesi untuk bergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dan Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif dan Progresif (CP-TPP).

“Kita akan kejar semuanya ini, karena dampaknya luar biasa,” ungkap Susi.

Dirinya berharap, dengan mengamankan berbagai perjanjian perdagangan tersebut, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global dan memperluas akses produk nasional di pasar internasional secara berkelanjutan.

“BRICS ada akses market di sana, dalam artian ada market yang lebih besar di sana. Sedangkan OECD, kita akan mengejar berbagai penerapan standar-standar yang sangat diakui oleh dunia, sehingga kita akan bisa meningkatkan kredibilitas kita,” jelas Susi.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Alat Medis hingga Obat Berizin FDA Bebas Masuk Indonesia

Alat Medis hingga Obat Berizin FDA Bebas Masuk Indonesia

EKONOMI
Kilas Balik Tarif AS-RI: Dari Ancaman 32 Persen hingga Jadi 19 Persen

Kilas Balik Tarif AS-RI: Dari Ancaman 32 Persen hingga Jadi 19 Persen

EKONOMI
Tarif Dagang AS-RI Diteken, Airlangga: 90 Persen Usulan RI Disepakati

Tarif Dagang AS-RI Diteken, Airlangga: 90 Persen Usulan RI Disepakati

EKONOMI
Akses Pasar RI ke AS Tetap Kompetitif meski Ada Tarif 19 Persen

Akses Pasar RI ke AS Tetap Kompetitif meski Ada Tarif 19 Persen

EKONOMI
Tarif AS Buka Peluang Investasi, tetapi ICOR Tinggi Jadi Hambatan

Tarif AS Buka Peluang Investasi, tetapi ICOR Tinggi Jadi Hambatan

EKONOMI
Tarif 19 Persen Komoditas Kopi, Bahaya untuk Indonesia atau AS?

Tarif 19 Persen Komoditas Kopi, Bahaya untuk Indonesia atau AS?

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon