ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tarif Dagang AS-RI Diteken, Airlangga: 90 Persen Usulan RI Disepakati

Jumat, 20 Februari 2026 | 09:47 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Konferensi pers Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan menteri Kabinet Merah Putih dari Washington DC terkait penandatanganan tarif dagang AS-RI.
Konferensi pers Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan menteri Kabinet Merah Putih dari Washington DC terkait penandatanganan tarif dagang AS-RI. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan terus memperkuat hubungan ekonomi, pasca penandatanganan agreement of reciprocal trade. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh dua pimpinan negara, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan, penandatanganan ini dilakukan seusai Presiden Prabowo dan Trump melaksanakan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace.

“Bapak Presiden Prabowo langsung menandatangani kerja sama agreement of reciprocal trade dan ditandatangani secara bersama oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers yang berlangsung secara daring, Jumat (20/2/2026).

ADVERTISEMENT

Airlangga melanjutkan, Indonesia dan AS sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara. Kesepakatan ini menjadi landasan baru dalam pengelolaan isu perdagangan dan investasi yang selama ini menjadi perhatian bersama.

Ia menegaskan, tujuan dan visi utama perjanjian ini mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama serta membangun rantai pasok yang kuat. Pemerintah juga menegaskan bahwa perjanjian kerja sama ini berlandaskan kedaulatan masing-masing negara, yang menjadi bagian penting dari kesepakatan.

“Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani,” tegas Airlangga.

Dirinya menambahkan, kesepakatan ini merupakan hasil dari proses negosiasi yang intensif sejak 2 April 2025. Pemerintah Indonesia tercatat telah mengirimkan empat surat resmi terkait proses negosiasi tarif pada April, Juni, Juli, dan Agustus 2025.

Hasilnya, sebanyak 90% dokumen dan usulan yang diajukan Indonesia dipenuhi oleh pihak AS dan tertuang dalam agreement on reciprocal tariff.

Dokumen terkait perjanjian tersebut juga ditindaklanjuti di kantor United States Trade Representative (USTR). Proses lanjutan dilakukan bersama Ambassador Jamieson Greer sebagai perwakilan pihak Amerika Serikat.

Diketahui, beberapa kesepakatan mencakup pembelian komoditas energi, agriculture, produk teknologi, pengembangan critical mineral, perdagangan produk furniture, hingga pengembangan semikonduktor.

"90% dokumen yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh AS. Jadi usulannya Indonesia dipenuhi tertuang dalam agreement on reciprocal tariff," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon