ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Global Tak Sampai 3 Persen

Kamis, 21 Agustus 2025 | 07:01 WIB
AH
H
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: HE
Gubernur BI Perry Warjiyo.
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Antara/Dhemas Reviyanto)

Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) memproyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2025 akan melambat di bawah 3 persen akibat kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kebijakan tarif tersebut berpotensi menekan kinerja ekspor global karena volume perdagangan antarnegara menurun.

Ekonomi India diperkirakan melemah seiring dampak tarif AS yang lebih tinggi, sehingga menekan kinerja ekspor dan sektor manufaktur negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, ekonomi Eropa, Jepang, dan Tiongkok diperkirakan membaik berkat kesepakatan tarif yang lebih rendah dan kebijakan belanja fiskal dari pemerintah negara-negara tersebut.

Menurut Perry, tarif resiprokal justru akan membebani masyarakat AS karena biaya impor barang menjadi lebih mahal. Perlambatan ekonomi di AS ini dapat memberi dampak luas pada perekonomian global.

"Secara keseluruhan, tren pertumbuhan ekonomi global akan menurun," ungkap Perry dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), Rabu (20/8/2025).

Perry menambahkan, tarif resiprokal AS kini meluas dari 44 negara menjadi 70 negara dengan besaran tarif yang bervariasi, ada yang rendah dan ada yang tinggi.

Di sisi lain, tekanan inflasi AS diperkirakan menurun seiring menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Namun, ketidakpastian pasar keuangan global masih perlu diwaspadai untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik.

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menambahkan, BI telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara. Pertumbuhan ekonomi AS diturunkan dari 2,1 persen menjadi 2 persen, India dari 6,6 persen menjadi 6,5 persen. Sementara Eropa naik dari 0,9 persen menjadi 1 persen, Jepang dari 0,8 persen menjadi 1 persen, dan Tiongkok dari 4,6 persen menjadi 4,7 persen.

“Semua ini membuat BI menilai pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 berpotensi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, yakni sekitar 3 persen,” jelas Aida.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Sebut Perang Iran Berlarut Tekan Ekonomi Global

BI Sebut Perang Iran Berlarut Tekan Ekonomi Global

EKONOMI
Ekonomi Global Dinilai Tangguh meski Kebijakan Trump Picu Gangguan

Ekonomi Global Dinilai Tangguh meski Kebijakan Trump Picu Gangguan

EKONOMI
Tarif Trump Turun, IMF Upgrade Pertumbuhan Ekonomi Global

Tarif Trump Turun, IMF Upgrade Pertumbuhan Ekonomi Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon