ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Sebut Perang Iran Berlarut Tekan Ekonomi Global

Rabu, 22 April 2026 | 16:02 WIB
AH
MK
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: MBK
Ilustrasi perang Iran, AS, dan Israel.
Ilustrasi perang Iran, AS, dan Israel. (Gemini AI/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) menilai konflik di Timur Tengah yang belum mereda semakin menekan kondisi dan prospek perekonomian global.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas dunia, sekaligus memperdalam gangguan rantai pasok perdagangan antarnegara.

“Prospek pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan melambat menjadi 3% dari sebelumnya 3,1%,” ujar Perry di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, tekanan tersebut juga berpotensi mendorong inflasi global lebih tinggi dari perkiraan menjadi 4,2% dari sebelumnya 4,1%. Kondisi ini dinilai akan semakin membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter global.

Di sisi lain, penurunan Fed Funds Rate (FFR) diprakirakan tertunda, bahkan berpotensi bertahan hingga akhir 2026. Imbal hasil (yield) US Treasury juga cenderung meningkat seiring proyeksi defisit fiskal Amerika Serikat (AS) yang lebih besar.

Menurut Perry, pergeseran aliran modal global terus mengarah ke aset aman (safe haven assets), terutama di pasar keuangan AS, sejalan dengan meningkatnya preferensi investor terhadap instrumen berisiko rendah (flight to safety).

Pada saat yang sama, indeks dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) terus menguat, sementara mata uang negara berkembang (emerging markets) mengalami tekanan.

“Perkembangan ini menuntut penguatan respons serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga ketahanan eksternal, memperkuat stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik,” kata Perry.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

INTERNASIONAL
Negara G7 Desak Gencatan Senjata di Libanon

Negara G7 Desak Gencatan Senjata di Libanon

INTERNASIONAL
Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

INTERNASIONAL
Sepakat Damai dengan AS, Iran Bakal Dapat Dana Rp 4.890 Triliun?

Sepakat Damai dengan AS, Iran Bakal Dapat Dana Rp 4.890 Triliun?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon