Ekonomi Global Dinilai Tangguh meski Kebijakan Trump Picu Gangguan
Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Para pemimpin ekonomi dunia yang hadir di World Economic Forum (WEF) Davos menilai pertumbuhan global tetap resilient meski terjadi gangguan dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump. Mereka menekankan pentingnya fokus pada peningkatan pertumbuhan dan pengurangan ketimpangan.
Dalam diskusi panel Jumat (23/1/2026), Christine Lagarde (ECB), Kristalina Georgieva (IMF), dan Ngozi Okonjo-Iweala (WTO) mengatakan ekonomi global menunjukkan ketahanan tak terduga, meski risiko seperti utang pemerintah yang tinggi dan ketimpangan tetap mengintai.
Gangguan muncul akibat kebijakan perdagangan AS, termasuk ancaman tarif terhadap negara yang mendukung Greenland menghadapi upaya pengambilalihan oleh AS. Meski ancaman tersebut akhirnya dicabut, gejolak politik ini sempat memengaruhi forum.
Georgieva menekankan, meski proyeksi pertumbuhan global IMF sebesar 3,3% untuk 2026, pemerintah harus tetap waspada terhadap risiko utang dan memastikan kelompok yang rentan tidak tertinggal.
“Kita harus melihat plan B, atau plan B,” ujar Lagarde.
Lagarde menambahkan kritik terhadap Eropa yang muncul selama forum justru menjadi pengingat bagi benua itu untuk meningkatkan iklim investasi dan inovasi. Ia juga menanggapi pidato Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang menyebut pendekatan Trump sebagai “ruptur” terhadap tatanan internasional berbasis aturan, perdagangan, dan kerja sama.
Sementara itu, Okonjo-Iweala menekankan 72% perdagangan global masih berjalan di bawah aturan WTO, meski terjadi gangguan terbesar dalam 80 tahun terakhir.
“Ketahanan sistem ini sudah ada, dan itu terlihat,” katanya. Namun, ia menambahkan kondisinya tidak akan kembali persis seperti semula.
Georgieva juga menyampaikan perspektif historis. “Kita selalu berdagang dan akan terus berdagang. Perdagangan seperti sungai. Apabila ada rintangan, air tetap mencari jalannya. Ya, akan berbeda, tetapi kebutuhan untuk mengawasi perdagangan dunia tetap ada," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




