ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekonomi Global Dinilai Tangguh meski Kebijakan Trump Picu Gangguan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Managing Director of the International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, menghadiri Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Jumat, 23 Januari 2026.
Managing Director of the International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, menghadiri Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Jumat, 23 Januari 2026. (AP Photo/Markus Schreiber)

Jakarta, Beritasatu.com  – Para pemimpin ekonomi dunia yang hadir di World Economic Forum (WEF) Davos menilai pertumbuhan global tetap resilient meski terjadi gangguan dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump. Mereka menekankan pentingnya fokus pada peningkatan pertumbuhan dan pengurangan ketimpangan.

Dalam diskusi panel Jumat (23/1/2026), Christine Lagarde (ECB), Kristalina Georgieva (IMF), dan Ngozi Okonjo-Iweala (WTO) mengatakan ekonomi global menunjukkan ketahanan tak terduga, meski risiko seperti utang pemerintah yang tinggi dan ketimpangan tetap mengintai.

Gangguan muncul akibat kebijakan perdagangan AS, termasuk ancaman tarif terhadap negara yang mendukung Greenland menghadapi upaya pengambilalihan oleh AS. Meski ancaman tersebut akhirnya dicabut, gejolak politik ini sempat memengaruhi forum.

ADVERTISEMENT

Georgieva menekankan, meski proyeksi pertumbuhan global IMF sebesar 3,3% untuk 2026, pemerintah harus tetap waspada terhadap risiko utang dan memastikan kelompok yang rentan tidak tertinggal.

“Kita harus melihat plan B, atau plan B,” ujar Lagarde.

Lagarde menambahkan kritik terhadap Eropa yang muncul selama forum justru menjadi pengingat bagi benua itu untuk meningkatkan iklim investasi dan inovasi. Ia juga menanggapi pidato Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang menyebut pendekatan Trump sebagai “ruptur” terhadap tatanan internasional berbasis aturan, perdagangan, dan kerja sama. 

Sementara itu, Okonjo-Iweala menekankan 72% perdagangan global masih berjalan di bawah aturan WTO, meski terjadi gangguan terbesar dalam 80 tahun terakhir.

“Ketahanan sistem ini sudah ada, dan itu terlihat,” katanya. Namun, ia menambahkan kondisinya tidak akan kembali persis seperti semula.

Georgieva juga menyampaikan perspektif historis. “Kita selalu berdagang dan akan terus berdagang. Perdagangan seperti sungai. Apabila ada rintangan, air tetap mencari jalannya. Ya, akan berbeda, tetapi kebutuhan untuk mengawasi perdagangan dunia tetap ada," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Sebut Perang Iran Berlarut Tekan Ekonomi Global

BI Sebut Perang Iran Berlarut Tekan Ekonomi Global

EKONOMI
BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Global Tak Sampai 3 Persen

BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Global Tak Sampai 3 Persen

EKONOMI
Tarif Trump Turun, IMF Upgrade Pertumbuhan Ekonomi Global

Tarif Trump Turun, IMF Upgrade Pertumbuhan Ekonomi Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon