Update Harga Minyak 25 Agustus: Brent Tembus US$ 68 Per Barel
Senin, 25 Agustus 2025 | 17:33 WIB
London, Beritasatu.com - Harga minyak naik karena para pedagang khawatir pasokan Rusia dapat terganggu oleh sanksi Amerika Serikat (AS). Selain itu, serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia menambah kekhawatiran.
Minyak mentah Brent berjangka naik 29 sen atau 0,4% menjadi US$ 68,02 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 36 sen atau 0,6% menjadi US$ 64,02 per barel.
"Pasar agak khawatir bahwa negosiasi perdamaian ini tidak akan membuahkan hasil," kata kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, seperti dilansir dari Reuters, Senin (25/8/2025).
"Pasar memperkirakan pasokan akan melebihi permintaan pada bulan-bulan musim gugur, tetapi dalam jangka pendek hal itu terhambat oleh potensi gangguan geopolitik," tambah dia.
Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan bahwa ia akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia jika tidak ada kemajuan menuju penyelesaian damai di Ukraina dalam dua minggu. Ia juga mengatakan bahwa ia mungkin akan mengenakan tarif yang tinggi kepada India atas pembelian minyak Rusia.
Pada sisi lain, Ukraina telah berulang kali menargetkan infrastruktur energi Rusia selama perang, dan melancarkan serangan pesawat nirawak yang memicu kebakaran besar di terminal ekspor bahan bakar Ust-Luga, kata pejabat Rusia.
Kebakaran di kilang Novoshakhtinsk Rusia, yang disebabkan oleh serangan pesawat nirawak Ukraina, telah berlangsung selama empat hari. Kilang tersebut menjual bahan bakar terutama untuk ekspor dan memiliki kapasitas tahunan sebesar 5 juta metrik ton minyak, atau sekitar 100.000 barel per hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




