ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IBC Yakin Pemerintah Mampu Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Selasa, 26 Agustus 2025 | 17:51 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi - Pebisnis optimistis Pemerintah Indonesia bisa kejar pertumbuhan ekonomi sesuai target.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi - Pebisnis optimistis Pemerintah Indonesia bisa kejar pertumbuhan ekonomi sesuai target. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Business Council (IBC) meyakini pertumbuhan ekonomi dan geliat bisnis di Tanah Air masih berada di jalur positif. Namun, terdapat berbagai faktor yang disebut sebagai sentimen dalam perkembangannya.

Untuk faktor eksternal, terdapat ketidakpastian ekonomi global yang dipicu adanya perang dagang dan memanasnya geopolitik di beberapa belahan dunia. Sementara di sisi internal, belum lama ini terjadi demonstrasi oleh sejumlah kelompok yang menuntut kebijakan Pemerintah yang dinilai kurang tepat.

Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid mengungkapkan, sebenarnya pemikiran masyarakat dan pemerintah sejalan untuk memajukan kinerja perekonomian nasional. Hanya saja, dalam perjalanannya terdapat miskomunikasi, sehingga seolah-olah pemikiran antara masyarakat dan Pemerintah tak sejalan.

ADVERTISEMENT

Sebagai contoh, Pemerintah saat ini berupaya menekan angka kemiskinan hingga 0%. Selain itu, pertumbuhan ekonomi diupayakan hingga 8%.

"Tujuan kita itu sama, hanya kadang-kadang mungkin ada terjadi miskomunikasi, misinformasi yang ada, tetapi tujuannya sama," ungkap Arsjad dalam konferensi pers IBC di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

"Contoh tujuan yang ingin dilakukan oleh pemerintah 0% kemiskinan, dan 8% pertumbuhan ekonomi. Itu tujuannya, saya rasa semua kalau kita tanya pasti akan setuju," sambungnya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang dalam iklim bisnis, IBC akan menggelar Indonesia Economic Summit (IES) 2026 pada 3-4 Februari 2026 di Jakarta, dengan mengusung tema "Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity".

Forum strategis tahunan ini dirancang untuk mempertemukan pemerintah, pembuat kebijakan, pelaku bisnis dan industri, akademisi, serta pakar dan pemikir global dalam rangka mendorong kolaborasi strategis dan merumuskan langkah konkret untuk pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Arsjad mengungkapkan, IES 2026 menyatukan pemerintah, pemimpin bisnis, dan pakar global untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan memperkuat daya saing Indonesia.

"Forum ini dirancang untuk menjadi corong bagi para pemimpin bisnis Indonesia, untuk menyampaikan masukan dalam penyempurnaan kebijakan dan mendorong tercapainya good economic governance," pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

B-PLUS
Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon