Jika Perbankan Gagal, Dana Rp 200 Triliun Bisa ke Danantara
Senin, 29 September 2025 | 22:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemberian dana Rp 200 triliun ke perbankan BUMN untuk mendorong pembiayaan investasi dinilai tidak efektif jika hanya fokus pada sisi pasokan tanpa memperhatikan permintaan masyarakat.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai kebijakan itu berangkat dari asumsi mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa bahwa dunia usaha kekurangan dana sehingga investasi tidak berjalan dengan baik.
“Asumsi yang dibangun oleh Purbaya adalah dunia usaha kekurangan dana sehingga investasi tidak berjalan dengan baik. Purbaya menilai dengan mengguyur perbankan Rp 200 triliun, maka investasi bisa lancar, melalui skema kredit perbankan,” kata Nailul saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (29/9/2025).
“Namun demikian, yang jadi pertanyaan adalah apakah dengan mengguyur dari sisi usaha akan meningkatkan produksi melalui kredit perbankan? Bagaimana dengan sisi demand masyarakat?” tambahnya.
Ia menambahkan, meski Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuan dari sekitar 6% pada akhir 2024 menjadi 5%, permintaan kredit tetap rendah.
“Namun pertumbuhan kredit terus menurun, bahkan hanya sekitar 6% saja. Artinya memang meskipun diturunkan, permintaan masih cukup rendah. Jadi masalahnya ada di sisi demand-nya dibandingkan dengan supply,” jelasnya.
Jika stimulus perbankan tersebut tidak tersalurkan dengan baik, Nailul mengingatkan justru akan menimbulkan masalah baru. Dengan uang di perbankan tidak berputar tentu kinerja perbankan akan mengalami penurunan.
“LDR akan mengecil membuat kinerja perusahaan akan memburuk secara laporan. Maka bagi perbankan, akan lebih mudah ditempatkan ke investasi. Ingat, ada Danantara yang bisa melakukan hal tersebut,” kata Nailul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




