ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korsel Investasi Rp 1,2 Triliun di Kawasan Transmigrasi Maloy Kutim

Selasa, 30 September 2025 | 08:46 WIB
EM
S
Penulis: Erfan Maruf | Editor: JTO
Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau lahan untuk pembangunan kampus patriot di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan, Minggu (21/9/2025).
Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau lahan untuk pembangunan kampus patriot di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan, Minggu (21/9/2025). (Antara/Kementrans)

Osaka, Beritasatu.com - Perusahaan Korsel LX International berkomitmen menanamkan investasi senilai Rp 1,2 triliun di kawasan Transmigrasi Maloy Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim).

Kementerian Transmigrasi memastikan penanaman modal asing ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

“Alhamdulillah, dari 3.800 tenaga kerja yang ada di kawasan transmigrasi Maloy Kaliorang, 80% di antaranya merupakan masyarakat lokal. Inilah yang kita kehendaki, agar rakyat menjadi prioritas,” kata Menteri Transmigrasi Iftitah dalam keterangan tertulis, Selasa (30/9/2025).

ADVERTISEMENT

Iftitah menjelaskan, keberanian LX International menanamkan modal besar didorong oleh potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari kelapa sawit hingga batu bara.

Ia menegaskan, pemanfaatan lahan transmigrasi harus tetap menempatkan masyarakat sebagai pusat. Penyerapan tenaga kerja dari warga transmigran dan penduduk sekitar, pemberdayaan agar masyarakat dapat berkembang bersama investasi, serta adanya sistem bagi hasil yang menguntungkan rakyat dan negara melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi prinsip utama yang harus dijaga.

Selain investasi LX International, investor asal Malaysia juga berencana membangun bandara di kawasan Maloy Kaliorang melalui skema build operate and transfer (BOT). Proyek ini akan memanfaatkan 75 hektare lahan transmigrasi untuk pembangunan runway, yang kelak diserahkan kepada negara.

Untuk menarik lebih banyak investasi, menurut Iftitah, pemerintah harus memberikan jaminan kepercayaan dan stabilitas. Dunia usaha, katanya, memerlukan kepastian agar berani menanamkan modal. “Kita butuh investor, tapi jangan sampai rakyat kita ditinggalkan. Dunia usaha harus merangkul tenaga kerja lokal agar kesejahteraan mereka meningkat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Transmigrasi tengah menyiapkan project facilitation office (PFO) sebagai pusat pendampingan bagi investor. Melalui PFO, pemerintah akan membantu memperlancar koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk kementerian investasi, ESDM, kehutanan, perdagangan, hingga Luar Negeri.

“Kami sebagai regulator akan menjadi jembatan antara dunia usaha dengan masyarakat. Sesuai arahan Presiden, kita butuh investasi untuk membangun ekonomi, tapi rakyat Indonesia tidak boleh terpinggirkan,” tegas Iftitah.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Isak Tangis Sambut Jenazah Anggit di Rumah Duka di Tangsel

Isak Tangis Sambut Jenazah Anggit di Rumah Duka di Tangsel

BANTEN
Menteri Iftitah Sebut RUU Transmigrasi Masuk Prolegnas Akhir 2025

Menteri Iftitah Sebut RUU Transmigrasi Masuk Prolegnas Akhir 2025

NASIONAL
Menteri Transmigrasi Janji Bangun Saluran Irigasi di Puncak Jeringo

Menteri Transmigrasi Janji Bangun Saluran Irigasi di Puncak Jeringo

NASIONAL
Mentrans: Penundaan Investasi di Rempang Hanya untuk Kawasan Sembulang

Mentrans: Penundaan Investasi di Rempang Hanya untuk Kawasan Sembulang

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon