Mentrans: Penundaan Investasi di Rempang Hanya untuk Kawasan Sembulang
Rabu, 30 Juli 2025 | 11:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara memberi klarifikasi atas pemberitaan mengenai usulan penundaan sementara investasi di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau hingga konflik mereda.
“Perlu kami tegaskan bahwa yang diusulkan untuk ditunda bukanlah seluruh rencana investasi di wilayah Rempang, melainkan hanya di area tertentu yang saat ini masih terdapat resistensi masyarakat, yaitu di kawasan Sembulang,” kata Iftitah dalam keterangannya diterima Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Hal itu disampaikan Iftitah untuk meluruskan pemberitaan soal penundaan investasi di Pulau Rempang yang ia sampaikan sebelumnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Pernyataan saya sebelumnya disampaikan dalam menjawab pertanyaan wartawan terkait program transmigrasi di tengah rencana investasi di Rempang yang menuai penolakan dari sebagian masyarakat. Klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar purnawirawan TNI AD itu.
Ifititah menjelaskan penundaan di kawasan Sembulang diajukan sebagai langkah preventif dan responsif, agar proses investasi dapat berjalan dengan tetap menjaga ketenangan sosial, menjunjung tinggi prinsip partisipatif, dan memastikan masyarakat lokal merasa aman serta dihormati hak-haknya.
Kementerian Transmigrasi, lanjut dia, berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi secara erat dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Pemerintah Kota Batam, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
“Kami percaya bahwa rencana investasi di Rempang dan Galang akan membawa manfaat besar jika dikelola dengan baik, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat lokal,” tutur politisi Partai Demokrat ini.
“Kami juga terbuka terhadap masukan dari para tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan, agar proses pembangunan ini berlangsung secara adil, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




