Mendag Targetkan Negosiasi Tarif dengan AS Rampung Bulan Ini
Selasa, 4 November 2025 | 20:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dapat rampung pada November 2025.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, saat ini proses perundingan antara kedua negara masih berlangsung.
“Belum selesai. Jadi minggu depan mungkin berunding ya,” ujar Budi Santoso saat ditemui dalam acara Kompas CEO Insight di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Menurut Budi, salah satu poin penting dalam negosiasi adalah permintaan agar sejumlah komoditas Indonesia mendapatkan fasilitas tarif hingga 0%. Ia mencontohkan, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand telah berhasil mencapai kesepakatan serupa.
Budi menegaskan, kesepakatan ini penting untuk mendorong daya saing produk Indonesia di pasar internasional. “Kita ingin produk-produk kita yang tidak diproduksi oleh Amerika, tetapi diekspor ke sana yang mendapatkan 0%,” jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah mencapai kesepakatan awal dengan AS terkait penurunan tarif bea masuk, dari 32% menjadi 19%. Setelah pengumuman resmi Presiden AS pada 7 Juli 2025, kedua pihak melanjutkan proses negosiasi untuk menyusun kesepakatan tarif yang lebih komprehensif.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan saat ini proses penyusunan dokumen hukum (legal drafting) sedang berlangsung secara hati-hati. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap klausul sesuai dengan peraturan nasional dan komitmen internasional.
“Langkah negosiasi ini dilakukan dengan terukur, serta sebagai bentuk kehatian-hatian diplomasi ekonomi Indonesia,” ujar Haryo.
Haryo menegaskan, kepentingan nasional menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan negosiasi. Penawaran yang disampaikan kepada pihak AS disusun berdasarkan prinsip perdagangan yang adil dan berimbang (fair and square trade), guna menciptakan kerja sama ekonomi yang setara dan saling menguntungkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




