Nasib Nissan di Jepang: Jual Kantor Pusat dan Kini Jadi Penyewa
Sabtu, 8 November 2025 | 17:14 WIB
Yokohama, Beritasatu.com - Nissan mengambil langkah besar dalam restrukturisasi bisnis dengan menjual kantor pusat global di Yokohama, Jepang. Namun, kantor Nissan tetap berada di lokasi tersebut karena mereka menyewa selama 20 tahun ke depan.
Melansir Carscoops, Sabtu (8/11/2025), langkah ini menjadi bagian dari strategi Re:Nissan yang bertujuan menyehatkan keuangan perusahaan di tengah tantangan industri otomotif global.
Produsen mobil asal Jepang itu berupaya untuk menstabilkan kondisi keuangan setelah beberapa tahun mengalami tekanan. Penjualan gedung kantor pusat itu disebut bernilai sekitar 97 miliar yen (sekitar US$ 633 juta) dan dibeli oleh MJI Godo Kaisha. Dari transaksi ini, Nissan diperkirakan meraup keuntungan hingga 73,9 miliar yen (US$ 483 juta).
Menurut laporan perusahaan, dana hasil penjualan akan digunakan untuk memodernisasi fasilitas dan mendukung pertumbuhan jangka panjang sesuai rencana Re:Nissan, yang menargetkan laba operasi positif dan arus kas bebas pada tahun fiskal 2026.
Meski sempat mencatat kerugian operasional sebesar 27,7 miliar yen pada paruh pertama 2025, Nissan tetap optimistis dapat pulih.
“Hasil paruh pertama mencerminkan tantangan yang kami hadapi tetapi juga menunjukkan bahwa Nissan berada di jalur pemulihan,” ujar CEO Nissan Ivan Espinosa.
Perusahaan kini berfokus pada pengembangan produk baru, penguatan pasar utama, serta penerapan teknologi inovatif yang akan menjadi bagian dari babak baru perjalanan Nissan di industri otomotif global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




