Bos Danantara Prioritaskan Investasi yang Beri Manfaat Luas
Rabu, 19 November 2025 | 14:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir menyampaikan keyakinannya bahwa investasi Indonesia berpotensi meningkat pada 2026.
Optimisme tersebut didorong perubahan arah pembangunan nasional yang tidak lagi bertumpu pada sumber daya alam (SDA), melainkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan produktivitas ekonomi. Pandu menjelaskan, transformasi tersebut membuat fokus pembangunan bergeser menuju penguatan kapasitas manusia.
“Dari yang sebelumnya mengandalkan sumber daya alam, kini perhatian beralih ke pengembangan sumber daya manusia. Dalam fase ini, tugas kami adalah berinvestasi,” ujar Pandu di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan Danantara kini memprioritaskan penguatan portofolio investasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Untuk menentukan arah investasi, Danantara menerapkan tiga kriteria utama, yaitu kontribusi terhadap perekonomian nasional, keberlanjutan imbal hasil, serta peluang pertumbuhan jangka panjang.
Berdasarkan prinsip tersebut, Danantara memfokuskan penanaman modal pada delapan sektor strategis, yakni mineral, energi baru terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, jasa keuangan, infrastruktur dan utilitas, kawasan industri dan properti, serta pangan dan pertanian.
Pandu menilai sektor-sektor itu akan menjadi fondasi lahirnya perusahaan-perusahaan berskala nasional maupun regional dengan potensi pertumbuhan besar. Salah satu proyek prioritas adalah pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE).
Dari 33 lokasi yang ditetapkan pemerintah, Danantara memulai delapan proyek pada tahap awal. Menurut Pandu, inisiatif ini bukan sekadar agenda investasi, tetapi langkah konkret untuk mengatasi krisis sampah nasional, khususnya di kota-kota besar.
Untuk menarik peran swasta, Danantara menghapus skema tipping fee dan memperbaiki formula business purchase agreement agar lebih kompetitif bagi investor. Proses pemilihan mitra juga melibatkan pihak ketiga secara objektif guna memastikan transparansi.
“Dari 33 lokasi yang dipilih Kementerian Lingkungan Hidup, energi yang dihasilkan akan dibeli PLN. Ini menjadi bagian dari renewable energy PLN. Dari 69 gigawatt (GW) kapasitas, kontribusinya sebenarnya hanya 500 megawatt (MW), jadi it's not big bagi PLN. Tetapi dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan kesehatan. So this is part of in a way to serve the nation,” jelasnya.
Pandu menambahkan, Danantara akan terus mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat kembali kepercayaan investor global. Ia menilai bahwa kepercayaan, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




