ESG 2025: B-Universe Dukung Kolaborasi dalam Pembangunan Berkelanjutan
Kamis, 20 November 2025 | 16:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola di Indonesia. Hal ini disampaikan Enggar dalam sambutan pembukaan acara Apresiasi ESG 2025 yang mengangkat tema “Bersama Membangun Keberlanjutan.”
Enggar menekankan keberlanjutan tidak dapat dicapai hanya oleh satu institusi, melainkan melalui kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas. Menurutnya, kesadaran kolektif dan komitmen bersama merupakan investasi jangka panjang untuk menghadapi tantangan global dan menjaga masa depan.
“Tema Bersama Membangun Keberlanjutan merupakan kalimat kunci yang mengajak semua pihak, pemerintah, swasta, komunitas, dan seluruh masyarakat berkolaborasi dalam membangun keberlanjutan,” ujarnya di Hotel Mulia Jakarta pada Kamis (20/11/2025).
Enggar menyebut saat dunia pernah mengalami gejolak ketika Amerika Serikat menyatakan mundur dari Paris Agreement, Indonesia justru memilih tetap melanjutkan komitmen keberlanjutan. Menurut Enggar, hal itu menunjukkan posisi Indonesia sebagai bagian aktif dari warga dunia yang bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan.
“Bagaimana dengan Indonesia? Arah dari Bapak Presiden menyampaikan bahwa tetap berjalan. Itu adalah komitmen kita sebagai warga dunia, Indonesia telah memberikan komitmennya untuk ikut serta,” tegasnya.
Enggar menilai komitmen keberlanjutan tetap relevan, meski kondisi ekonomi global tengah menghadapi tekanan. Menurutnya, perubahan iklim ekstrem, ketidakpastian cuaca, dan kerusakan lingkungan menjadi bukti bahwa penerapan ekonomi berkelanjutan (green economy) tidak dapat ditunda.
“Dalam kondisi ekonomi seperti ini, apakah ESG atau ekonomi keberlanjutan masih tetap relevan? Jawabannya, ya tetap. Kita mengalami sendiri bagaimana iklim yang tidak bersahabat, iklim yang tidak bisa diduga, dan itu semuanya akibat kesalahan bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia,” katanya.
Pada ajang Apresiasi ESG 2025, proses penilaian dilakukan oleh tim juri independen dengan seleksi ketat berbasis riset dan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Enggar menyebut penghargaan ini dapat menjadi benchmark atau tolak ukur bagi pelaku usaha maupun pemerintah dalam menerapkan prinsip ESG sebagai bagian dari strategi bisnis dan pembangunan nasional.
“Apresiasi ini adalah satu bentuk saja yang kita harus sampaikan dan ini akan menjadi satu benchmark bagi kegiatan usaha para swasta, demikian juga dengan pemerintah mengenai komitmen dan kepedulian ini,” ungkapnya.
Ia optimistis penerapan ESG bukan hanya soal tanggung jawab moral, tetapi juga akan memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan usaha dan daya saing global. “Saya meyakini bahwa pada satu titik tertentu, maka value dari mereka yang terlibat dan mempunyai komitmen dalam kegiatan usahanya tetap melaksanakan ESG ini,” tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




