SGU Soroti SDM dan Inovasi di Tengah Krisis Global
Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Swiss German University (SGU) menggelar seminar publik bertajuk “Navigating Global Uncertainty: Leadership and Innovation for the Future” yang membahas pentingnya kepemimpinan adaptif, inovasi, dan transformasi digital dalam menghadapi ketidakpastian global yang semakin kompleks.
Seminar yang berlangsung di Jakarta ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Executive Chairman B-Universe sekaligus Menteri Perdagangan periode 2016-2019 Enggartiasto Lukita, Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital Bappenas Dini Maghfirra, serta Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PAN-RB Adi Nugroho.
Dalam forum tersebut, para pembicara menyoroti tantangan geopolitik, perubahan ekonomi global, serta percepatan transformasi digital yang menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kolaborasi lintas sektor.
Rektor SGU Samuel P Kusumocahyo mengatakan seminar ini bertujuan mengirimkan pesan kuat kepada generasi muda dan civitas akademika mengenai pentingnya membangun pola pikir kepemimpinan atau leadership mindset yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
"Jadi, perlunya leadership mindset dan juga leader yang bisa memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi di tengah ketidakpastian," ujar Samuel kepada Beritasatu.com, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Samuel, SGU berkomitmen menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di era digital yang berkembang sangat cepat. Transformasi digital, kata dia, telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan sehingga setiap individu harus siap menghadapi perubahan tersebut.
Senada dengan Samuel, Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital Bappenas Dini Maghfirra menegaskan transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dihadapi oleh pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.
Ia berharap generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari pelaku perubahan yang berkontribusi langsung terhadap kemajuan digital nasional.
"Harapannya para generasi muda ini nantinya menjadi bagian, bukan hanya pemanfaat, tetapi menjadi bagian berkontribusi langsung dalam mendukung kemajuan transformasi digital di Indonesia. Karena tentunya transformasi digital tidak hanya terjadi di pemerintah sendiri, tetapi dunia usaha, industri, pasar, itu akan mau tidak mau mereka akan dihadapkan dengan transformasi digital dan ketidakpastian global saat ini menunjukkan bahwa transformasi digital," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PAN-RB Adi Nugroho menekankan transformasi digital tidak hanya berbicara tentang teknologi dan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
Menurut Adi, pemerintah saat ini mengarahkan transformasi digital dengan pendekatan yang berpusat pada manusia (human-centric), sehingga penguatan kapasitas SDM menjadi faktor utama keberhasilannya.
"Saya pikir hari ini sangat konstruktif sekali bahwa modal utama transformasi digital itu tidak hanya terkait dengan teknologi, tidak hanya terkait dengan infrastruktur, tetapi bagaimana kita juga memiliki kapabilitas dari sumber daya manusia yang akan menjalankan roda atau arah ke depan dari transformasi digital itu sendiri," ujar Adi.
Ia menilai Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menghadapi berbagai perubahan global, terutama dengan dukungan SDM yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Melengkapi perspektif dari sisi kebijakan dan ekonomi, Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita mengapresiasi langkah SGU yang membuka ruang diskusi terbuka mengenai tantangan global dan masa depan transformasi digital.
Ia menilai tata kelola data yang baik menjadi instrumen penting dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi dunia saat ini. Selain itu, Enggartiasto mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat nasionalisme dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
“Satu yang saya ingin ajak semuanya, rasa tanggung jawab sebagai bangsa dan negara, itu yang disebut sebagai nasionalisme kita. Ini adalah waktunya kita untuk kita semua berpikir, berbuat, untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Enggartiasto.
Menurutnya, kondisi geopolitik global saat ini berada dalam fase yang mengkhawatirkan. Karena itu, pemerintah perlu terus memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kepada pemerintah, saya juga ingin menyampaikan bahwa libatkanlah kami dalam dunia usaha swasta untuk kemudian kita sama-sama mengembangkan usahanya, sehingga pertumbuhan ekonomi, kontribusi pertumbuhan ekonomi ini persentase swasta itu sebenarnya besar," pungkasnya.
Melalui seminar ini, SGU menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif, inovasi berkelanjutan, dan transformasi digital yang didukung SDM unggul sebagai fondasi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global dan tantangan masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




