Harga Bitcoin Mulai Naik Menuju US$ 250.000, tetapi Masih Rentan
Jumat, 28 November 2025 | 14:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Investasi Bitcoin terus menarik perhatian investor di seluruh dunia sebagai salah satu aset digital dengan pertumbuhan paling pesat dalam satu dekade terakhir.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2009, Bitcoin telah berkembang dari sekadar eksperimen teknologi menjadi instrumen investasi global yang diperdagangkan oleh institusi besar, perusahaan publik, hingga investor ritel.
Volatilitas harganya yang tinggi memang membawa risiko, tetapi potensi imbal hasil yang besar membuat Bitcoin kerap dipandang sebagai “emas digital” di era modern.
Pada Jumat (28/11/2025), harga Bitcoin kembali bangkit melewati level US$ 91.000 setelah mengalami koreksi tajam sebesar 30% mendekati level US$ 80.000 dari puncaknya di US$ 126.000. Koreksi tersebut sebelumnya dipicu oleh gelombang likuidasi paksa dan meningkatnya sentimen risk-off di pasar.
Pada hari ini pukul 13.30 WIB, Bitcoin diperdagangkan pada level US$ 91.310. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin turun tipis 0,05%.
Optimisme Baru
Dilansir dari Economictimes, Co-Founder & CEO Unocoin, Sathvik Vishwanath mengatakan pemulihan Bitcoin didukung oleh minat beli yang kembali meningkat, kondisi makro yang membaik, serta ketertarikan institusional yang kuat melalui ETF Bitcoin.
Meski begitu, ia menegaskan volatilitas tetap tinggi karena Bitcoin kini bergerak layaknya aset berisiko dan bereaksi kuat terhadap ekspektasi suku bunga serta sentimen pasar global.
Ia juga menyoroti level-level penting yang harus diperhatikan. Level support kuat di kisaran US$ 80.000-US$ 85.000, resistance berada di rentang US$ 110.000-US$ 120.000, dan konsolidasi jangka pendek diperkirakan akan berada di antara US$ 90.000-US$ 100.000.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




