Bitcoin mulai Rebound Seusai Sentuh Level US$ 60.000
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga Bitcoin bangkit setelah sempat menyentuh level US$ 60.000. Pemulihan ini terjadi di tengah mulai meredanya aksi jual besar-besaran saham teknologi global yang sebelumnya menekan aset berisiko, termasuk kripto.
Pada Jumat (6/2/2026) pukul 16.26 WIB, kripto terbesar di dunia itu berada pada level US$ 65.398,20, setelah sebelumnya sempat merosot 5% dan menyentuh titik terendah harian di US$ 60.008,52.
Meski mengalami rebound, harga Bitcoin masih berada dekat level terlemahnya sejak Oktober 2024, sebulan sebelum Donald Trump memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat. Saat kampanye, Trump sempat menyatakan dukungannya terhadap industri kripto.
“Bitcoin sudah turun sejak Oktober 2025. Mungkin kita bisa bertanya apakah ini merupakan pertanda awal masalah yang lebih besar atau hanya kebetulan," kata Head of Research di Pepperstone Melbourne, Chris Weston, dikutip dari Reuters.
Kripto terbesar kedua, Ether, juga menguat hampir 4% ke US$ 1.919,37 setelah sebelumnya sempat turun mendekati level terendah 10 bulan di US$ 1.751,94.

Namun, secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global telah menyusut sekitar US$ 2 triliun sejak mencapai puncak US$ 4,379 triliun pada awal Oktober 2025, berdasarkan data CoinGecko. Lebih dari US$ 1 triliun nilai pasar hilang hanya dalam satu bulan terakhir.
Secara mingguan, Bitcoin diperkirakan turun 15%, sehingga total penurunan sepanjang tahun ini mencapai 26%. Sementara itu, Ether menuju pelemahan mingguan 16% dengan penurunan hampir 36% sejak awal tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




