Bitcoin mulai Rebound Seusai Sentuh Level US$ 60.000
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:45 WIB
Korelasi dengan Saham Teknologi
Sentimen pasar kripto turut tertekan oleh aksi jual di pasar logam mulia dan saham. Meski demikian, pada Jumat tekanan jual mulai mereda dan sebagian harga kembali pulih.
Pergerakan Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir memang erat kaitannya dengan sektor teknologi. Harga cenderung naik seiring antusiasme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Co-Chair Hong Kong Web3 Association, Joshua Chu mengatakan, Bitcoin yang kembali bergerak menuju US$ 60.000 bukan berarti kripto sedang mati.
"Ini adalah konsekuensi yang harus dibayar oleh obligasi dan dana investasi yang memperlakukan Bitcoin sebagai aset satu arah tanpa pengendalian risiko yang memadai, sama seperti koreksi tajam yang terjadi pada aset yang dianggap safe haven seperti emas dan perak ketika penggunaan leverage dan narasi pasar melampaui realitas," ujarnya.
Ia menambahkan, “Mereka yang bertaruh terlalu besar, meminjam terlalu banyak, atau berasumsi harga hanya akan naik, kini belajar dengan cara yang sulit tentang seperti apa volatilitas pasar dan manajemen risiko yang sesungguhnya.”
Pasar kripto sendiri telah menghadapi tekanan selama berbulan-bulan sejak kejatuhan besar pada Oktober lalu yang membuat harga Bitcoin anjlok dari level rekor.
Minat investor terhadap aset digital pun mulai mendingin. Analis Deutsche Bank mencatat ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat mengalami arus keluar lebih dari US$ 3 miliar pada Januari 2026, setelah sebelumnya terjadi arus keluar sekitar US$ 2 miliar pada Desember 2025dan US$ 7 miliar pada November 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




