ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bea Cukai Ungkap Alasan Beras Ilegal Bisa Masuk lewat Batam-Sabang

Rabu, 3 Desember 2025 | 23:07 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Djaka Budhi Utama di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu 3 Desember 2025.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Djaka Budhi Utama di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu 3 Desember 2025. (Beritasatu.com/Addin Anugrah Siwi)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Djaka Budhi Utama mengungkapkan penyebab ratusan ton beras impor dapat masuk melalui Batam dan Sabang tanpa terdeteksi.

Menurutnya, kedua wilayah tersebut berstatus sebagai free trade zone (FTZ) atau area perdagangan bebas sehingga memiliki regulasi sendiri yang diatur oleh otoritas masing-masing.

“Karena kalau di Batam sama Sabang itu merupakan free trade zone ya, di mana mempunyai aturan yang tersendiri,” kata Djaka saat ditemui di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025).

ADVERTISEMENT

Bos Bea Cukai tersebut pun menjelaskan bahwa hal yang perlu dilakukan ke depannya adalah pengawasan pada arus barang yang keluar dari kawasan FTZ, seperti Batam dan Sabang menuju wilayah mainland Indonesia. Hal ini untuk memastikan tidak ada celah yang memungkinkan barang impor ilegal masuk ke pasar domestik.

“Yang perlu kita atur adalah bagaimana barang-barang yang keluar dari Batam maupun Sabang itu bisa terawasi oleh Bea Cukai,” sambung Djaka.

Di tengah sorotan terhadap kinerja institusu Bea Cukai, Djaka memastikan pihaknya akan menindak tegas para petugas Bea Cukai yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia menegaskan bahwa pembenahan internal akan terus berjalan untuk memberantas oknum yang merusak integritas institusi Bea Cukai.

"Tentunya bahwa Bea Cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan imej negatif kepada Bea Cukai," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melaporkan adanya temuan masuknya ratusan ton beras impor ilegal ke Sabang dan Batam.

Pada Minggu (23/11/2025), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan 250 ton beras ilegal di Sabang. Dua hari setelahnya, sebanyak 40,4 ton beras impor kembali ditemukan di Batam.

Amran menjelaskan bahwa barang-barang tersebut diamankan saat tiga kapal bersandar sekitar pukul 23.00 WIB. Dugaan sementara, barang impor ilegal itu berasal dari Thailand.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ini Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok

Ini Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok

EKONOMI
Buronan Interpol Penyelundup Narkoba Ditangkap di Bandara Bali

Buronan Interpol Penyelundup Narkoba Ditangkap di Bandara Bali

BALI
Sopir Jadi Tersangka Kasus 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Sopir Jadi Tersangka Kasus 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal

NASIONAL
Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Rokok Ilegal dalam Pakan Ternak

Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Rokok Ilegal dalam Pakan Ternak

NASIONAL
Raffi Ahmad Tantang Tunjukkan Bukti Keterlibatannya di Blueray

Raffi Ahmad Tantang Tunjukkan Bukti Keterlibatannya di Blueray

LIFESTYLE
Disebut dalam Kasus Blueray Cargo, Raffi Ahmad Bongkar Fakta Aslinya

Disebut dalam Kasus Blueray Cargo, Raffi Ahmad Bongkar Fakta Aslinya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon