Hotel-Properti Danantara di Makkah Berjarak 2,3 Km dari Masjidil Haram
Senin, 15 Desember 2025 | 11:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menjajaki investasi strategis di Tanah Suci dengan mengelola aset tanah dan properti yang berlokasi sekitar 2,3 kilometer dari Masjid Al-Haram, Makkah.
Aset tersebut berada di kawasan Thakher City dan akan dikembangkan sebagai kawasan terpadu berorientasi hospitality, menyasar kebutuhan akomodasi jemaah haji dan umrah, khususnya dari Indonesia.
Kepastian investasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian akuisisi antara Danantara, melalui Danantara Investment Management (DIM), dengan Thakher Development Company.
Kesepakatan itu mencakup aset perhotelan dan real estat yang posisinya relatif dekat dengan pusat ibadah umat Islam dunia.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, akuisisi ini menjadi langkah awal Danantara memasuki sektor hospitality di Makkah secara terukur dan berjangka panjang.
“Transaksi ini merupakan bagian dari strategi bertahap untuk mendukung peningkatan layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia,” ujar Pandu dalam pernyataannya, Senin (15/12/2025).
Kedekatan lokasi aset dengan Masjid Al-Haram dinilai strategis, mengingat jumlah jamaah umrah asal Indonesia setiap tahun melampaui 2 juta orang, sementara jamaah haji konsisten berada di atas 200.000 orang per tahun.
Dalam fase awal, investasi mencakup satu hotel yang telah beroperasi serta sejumlah aset pengembangan hospitality dengan potensi kapasitas hingga sekitar 5.000 kamar, bergantung pada hasil studi lanjutan dan persetujuan regulator.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Danantara Investment Management dan Thakher Development Company menyepakati akuisisi Novotel Makkah Thakher City yang memiliki 1.461 kamar, serta 14 bidang tanah dengan total luas sekitar 4,4 hektare untuk pengembangan ke depan.
Aset lahan tersebut akan dikembangkan melalui master plan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, serta sarana pendukung lain, sejalan dengan rencana pengembangan perkotaan di Makkah.
Pengembangan proyek ini turut didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra strategis lokal yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap pasar properti di Makkah, guna memastikan kepatuhan regulasi dan keberlanjutan proyek.
Pandu menegaskan, seluruh tahapan pengembangan akan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan Indonesia, mengikuti proses perizinan dan tata kelola yang berlaku.
“Ke depan, dengan doa, kita bisa membangun kompleks yang membanggakan dan memberikan manfaat nyata bagi jamaah Indonesia,” pungkas Pandu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




