ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bank Dunia Nilai Banjir Sumatera Bisa Tekan Pertumbuhan Ekonomi RI

Selasa, 16 Desember 2025 | 14:27 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Jembatan darurat dibangun pascabanjir untuk menghubungkan Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah.
Jembatan darurat dibangun pascabanjir untuk menghubungkan Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah. (Beritasatu.com/Basriadi)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Dunia menilai bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Indonesia menjadi salah satu faktor risiko penurunan pertumbuhan ekonomi nasional menjelang akhir 2025. Risiko tersebut diperkirakan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, terutama di daerah terdampak.

Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste David Knight mengatakan, bencana alam masuk dalam kategori downside risk yang perlu diwaspadai.

“Terkait dengan risiko yang merupakan downside risk, tentunya bencana alam seperti banjir yang terjadi di Sumatera dan juga beberapa lokasi lainnya pun juga akan berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian di Indonesia,” kata David dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

ADVERTISEMENT

Banjir dan longsor berskala besar tercatat terjadi sejak akhir November 2025 di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat. Dampak bencana tersebut dinilai berpotensi menekan aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat.

Selain faktor bencana, Bank Dunia juga memperkirakan penerimaan negara akan menghadapi tekanan ke depan. Menurut David, keseimbangan antara risiko penurunan dan peluang pertumbuhan sangat ditentukan oleh keberhasilan agenda reformasi yang dijalankan pemerintah.

“Hal ini penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan ke depan, terutama untuk mempersempit berbagai kesenjangan yang masih ada,” ujarnya.

Pada sisi lain, Bank Dunia mencatat adanya potensi upside risk bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut antara lain berasal dari perbaikan pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama seperti China, serta harga komoditas ekspor Indonesia yang relatif masih menguntungkan. Reformasi di bidang perdagangan dan investasi dinilai dapat memperkuat prospek pertumbuhan ke depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dampak Banjir Sumatera ke Ekonomi RI: Tekan PDB-Kemiskinan Bertambah

Dampak Banjir Sumatera ke Ekonomi RI: Tekan PDB-Kemiskinan Bertambah

EKONOMI
Update Korban Banjir Sumatera, BNPB: 1.016 Orang Meninggal, 212 Hilang

Update Korban Banjir Sumatera, BNPB: 1.016 Orang Meninggal, 212 Hilang

NASIONAL
112.551 Rumah Rusak Imbas Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

112.551 Rumah Rusak Imbas Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

NUSANTARA
Ferry Irwandi Tepis Fitnah Politisasi Derita Korban Banjir Sumatera

Ferry Irwandi Tepis Fitnah Politisasi Derita Korban Banjir Sumatera

NUSANTARA
Pemandangan Tragis di Masjid Darul Mukhlisin Aceh Tamiang Pascabanjir

Pemandangan Tragis di Masjid Darul Mukhlisin Aceh Tamiang Pascabanjir

NUSANTARA
Dampak Banjir Sumatera, Harga Jeruk Medan di Tangerang Melonjak

Dampak Banjir Sumatera, Harga Jeruk Medan di Tangerang Melonjak

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon