Gejolak Geopolitik Picu Reli Harga Emas dan Perak Dunia
Selasa, 13 Januari 2026 | 11:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dan perak dunia terus bergerak di dekat rekor tertinggi, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Kedua logam mulia ini diyakini masih memiliki ruang besar untuk naik dan berpotensi mencapai level psikologis penting pada paruh pertama 2026.
Dikutip dari Kitco News, Selasa (13/1/2026), analis pasar Solomon Global, Nick Cawley, menyatakan harga emas berpeluang menembus US$ 5.000 per ons troi, sementara perak diproyeksikan melonjak hingga US$ 100 per ons troi dalam enam bulan pertama 2026.
Menurut Cawley, penguatan harga emas dan perak belakangan ini dipicu oleh kembali memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah Iran dilaporkan melakukan tindakan keras terhadap demonstran yang memprotes melonjaknya harga dan biaya hidup, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Iran, termasuk serangan siber dan aksi militer.
Tak hanya itu, pasar juga diguncang oleh pernyataan mengejutkan dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Dalam sebuah pernyataan video yang belum pernah terjadi sebelumnya, Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS telah melayangkan panggilan hukum kepada bank sentral dan mengancam dakwaan pidana terkait kesaksiannya mengenai renovasi gedung Federal Reserve.
Powell menilai ancaman tersebut sebagai upaya untuk melemahkan independensi bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter.
“Ini soal apakah The Fed masih bisa menetapkan suku bunga berdasarkan data dan kondisi ekonomi, atau justru kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan dan intimidasi politik,” ujar Powell.
Dalam situasi yang penuh gejolak ini, Cawley menilai investor mulai menjauh dari dolar AS dan beralih ke aset lindung nilai (safe haven).
“Di tengah latar belakang yang sangat volatil ini, permintaan terhadap aset safe haven terus meningkat,” kata Cawley.
Ia menambahkan, hanya tinggal menunggu waktu sebelum emas dan perak mencapai target kenaikan terbarunya. Bahkan, apabila terjadi koreksi harga, hal tersebut justru dinilai sebagai peluang beli bagi investor jangka panjang.
“Emas dan perak semakin dekat ke level psikologis penting di US$ 5.000 dan US$ 100. Level ini akan menjadi acuan utama investor dan berpotensi memicu volatilitas baru,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




