Belum Dapat Mandat Prabowo, Purbaya Enggan Bayar Whoosh
Rabu, 18 Februari 2026 | 22:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum mengambil keputusan final terkait skema penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).
Hingga kini, belum ada arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto mengenai apakah kewajiban utang tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya masih tunggu petunjuk. Saya masih tunggu petunjuk. Belum tahu (menggunakan APBN atau tidak). Belum ada petunjuk khusus dari Presiden,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Nusantara IV DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menekankan wacana penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh sejauh ini baru sebatas usulan dan belum bersifat final. Usulan tersebut berasal dari Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani dan bukan merupakan keputusan pemerintah.
“Belum ada petunjuk khusus dari Presiden. Adanya dari Rosan (CEO Danantara), dari itu kan belum clear,” kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Ia memastikan akan langsung menindaklanjuti apabila sudah ada arahan resmi dari Presiden. “Saya kalau ada petunjuk Presiden saya kerjakan, sekarang belum. Paling enggak ada, tetapi belum firm,” ujarnya.
Saat ditanya kemungkinan APBN menanggung seluruh kewajiban utang Whoosh, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut skema tersebut masih terbuka dan belum diputuskan. “Seingat saya sih masih fifty-fifty, nanti saya akan diskusikan,” ucapnya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan proses negosiasi penyelesaian utang proyek Whoosh dengan pihak China ditargetkan rampung pada kuartal I 2026. Ia menyebut negosiasi saat ini masih berjalan dan dikoordinasikan lintas kementerian.
“Nanti kita tunggu Pak Menko (ke China), tetapi enggak usah khawatir. Insyaallah kuartal I selesai (negosiasi KCIC),” ujar Dony di sela acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (12/2/2026).
Dony juga menambahkan pembahasan penyelesaian utang Whoosh yang nilainya sekitar Rp 1,2 triliun per tahun terus dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan.
“Nanti, sedang didiskusikan dengan Kementerian Keuangan, tetapi Insyaallah, mudah-mudahan, kan sudah selesai. Ya kan sudah disampaikan berkali-kali,” ujarnya.
Menurut Dony, proyek kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung telah memberikan dampak ekonomi berkelanjutan. Dari sisi operasional, layanan tersebut dinilai mampu berjalan secara mandiri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




