Kenaikan Harga Cabai Saat Ramadan Seharusnya Bisa Diantisipasi
Kamis, 19 Februari 2026 | 05:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Harga cabai rawit merah mengalami kenaikan tajam menjelang Ramadan 1447 H, bahkan sempat mencapai Rp 120.000 per kilogram (kg).
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai kenaikan tersebut merupakan inflasi musiman yang berulang dan seharusnya dapat diantisipasi pemerintah.
Esther menyampaikan hal itu menanggapi pergerakan harga cabai rawit merah yang dalam sepekan terakhir berada di kisaran Rp 80.000 per kg di sejumlah pasar tradisional, setelah sebelumnya sempat menembus Rp 90.000–Rp 100.000 per kg.
“Kenaikan harga cabai dan kebutuhan pangan sebenarnya merupakan seasonal inflation yang biasanya terjadi saat Ramadan dan Lebaran, ditambah pengaruh cuaca,” kata Esther dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan pola kenaikan harga komoditas hortikultura tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama ketika curah hujan tinggi menghambat panen dan aktivitas petik sehingga pasokan ke pasar tidak optimal.
“Pemerintah dan pasar seharusnya bisa memprediksi dan merespons kenaikan harga ini karena sudah terjadi berulang kali,” ujarnya.
Menurut Esther, kebijakan pengendalian harga melalui penetapan harga batas bawah (floor price) maupun batas atas (ceiling price) berpotensi tidak efektif jika tidak dibarengi jaminan pasokan yang memadai di pasar.
“Kalau hanya mengeluarkan kebijakan floor price atau ceiling price, biasanya tidak terlalu digubris. Data historis menunjukkan hal itu justru berpotensi membuat barang menghilang dari pasar,” tuturnya.
Ia menilai langkah lebih efektif adalah memperkuat operasi pasar dengan menambah pasokan langsung ke pasar utama, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.
Berdasarkan pemantauan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (17/2/2026), pasokan cabai rawit merah tercatat relatif tersedia, termasuk dari luar Pulau Jawa seperti Sulawesi Selatan, dengan volume sekitar 20 ton per hari. Namun, harga di tingkat konsumen masih dipengaruhi ongkos distribusi yang berkisar Rp 10.000 per kg.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




