ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

24 Perusahaan dari China hingga Prancis Ikuti Tender PSEL Danantara

Kamis, 19 Februari 2026 | 23:45 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga sampah (peltas).
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga sampah (peltas). (Antara/Maulana Surya)

Jakarta, Beritasatu.com – Danantara Indonesia menyampaikan sebanyak 24 perusahaan internasional dari China, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong lolos seleksi serta berhak mengikuti tender proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE).

Managing Director Investment Danantara Investment Management (DIM) Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan proses tender dilaksanakan secara profesional, transparan, dan kompetitif dengan melibatkan perusahaan global yang berpengalaman.

“Seleksi dilakukan secara ketat dan berbasis mitigasi risiko. Kami memastikan aspek tata kelola, lingkungan, dan sosial menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek,” ujar Stefanus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan seluruh peserta tender wajib membentuk konsorsium dan menggandeng mitra lokal guna mendorong transfer teknologi serta memperkuat kapasitas nasional.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diketahui, program strategis WtE yang dimandatkan melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025 kini memasuki fase krusial menjelang pengumuman pemenang tender di empat pilot city, yakni Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.

Menjelang tahap finalisasi tersebut, Danantara Indonesia melalui DIM aktif melakukan sosialisasi dan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI).

Pertemuan digelar pada Rabu (18/2/2026) di ruang kerja Ketua DPD RI sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik sekaligus menjaring masukan terkait implementasi proyek.

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyatakan dukungan terhadap inisiatif Danantara Indonesia dalam mengembangkan WtE sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah. Ia menilai proyek tersebut sebagai terobosan penting yang patut diapresiasi.

Peluang bagi mitra lokal juga menjadi sorotan dalam diskusi. Sultan menilai keterlibatan perusahaan lokal dalam setiap konsorsium tidak hanya mendukung alih teknologi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek.

“Investasi Danantara Indonesia di sektor waste to energy untuk menanggulangi persoalan sampah merupakan langkah strategis yang perlu diapresiasi. Ini membuka peluang kolaborasi teknologi sekaligus memberi kesempatan bagi mitra lokal untuk tumbuh dan berkontribusi,” ujar Sultan.

Meski demikian, ia menegaskan tetap akan menjalankan fungsi pengawasan dan representasi daerah secara objektif serta memberikan masukan konstruktif dalam pelaksanaan kebijakan.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPD RI dari Jawa Barat Jihan Fahira mengingatkan keberhasilan program WtE tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan sosial dan kultural masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Danantara Pertimbangkan Terbitkan Obligasi hingga Tenor 30 Tahun

Danantara Pertimbangkan Terbitkan Obligasi hingga Tenor 30 Tahun

EKONOMI
Investor AS Dominasi Surat Utang Danantara

Investor AS Dominasi Surat Utang Danantara

EKONOMI
Yield Obligasi Danantara di Bawah 6 Persen, Rosan: Di Luar Ekspektasi

Yield Obligasi Danantara di Bawah 6 Persen, Rosan: Di Luar Ekspektasi

EKONOMI
Rosan Siapkan Sejumlah Program Strategis Perkuat Investasi 2027

Rosan Siapkan Sejumlah Program Strategis Perkuat Investasi 2027

EKONOMI
Obligasi Danantara Catat Peak Orderbook Tiga Kali Lipat

Obligasi Danantara Catat Peak Orderbook Tiga Kali Lipat

EKONOMI
Perampingan BUMN Hemat Rp 50 Triliun Per Tahun

Perampingan BUMN Hemat Rp 50 Triliun Per Tahun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon