ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OJK Diminta Tak Hanya Fokus pada Pasar Modal

Minggu, 22 Februari 2026 | 05:23 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Petugas berjaga di meja pendaftaran pada hari pertama Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kementerian Keuangan, Jakarta. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean
Petugas berjaga di meja pendaftaran pada hari pertama Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kementerian Keuangan, Jakarta. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean

Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan memperkuat sektor jasa keuangan nasional secara komprehensif dan tidak hanya berfokus pada segmen tertentu.

Konsultan dan perencana keuangan, Elvi Diana, mengatakan perhatian OJK belakangan lebih banyak tertuju pada stabilitas pasar modal seiring dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut dia, OJK sebenarnya memiliki mandat yang jauh lebih luas dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Ia menilai sektor perbankan juga perlu mendapatkan perhatian besar karena menjadi tulang punggung pembiayaan ekonomi nasional.

“Stabilitas kredit, kualitas pembiayaan, hingga penyaluran kredit produktif perlu diawasi secara ketat agar mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Elvi dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

Selain perbankan, sektor asuransi dinilai membutuhkan penguatan tata kelola serta perlindungan konsumen mengingat perannya yang penting dalam mitigasi risiko bagi masyarakat dan dunia usaha. “Jika tata kelolanya lemah, dampaknya bisa sistemik,” katanya.

Elvi juga menekankan pentingnya memperkuat fungsi edukasi dan perlindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan industri jasa keuangan, termasuk digitalisasi layanan, teknologi finansial (tekfin), serta inovasi produk keuangan yang semakin kompleks.

Menurutnya, pertumbuhan sektor keuangan yang tinggi harus diimbangi dengan peningkatan literasi masyarakat agar konsumen tidak hanya menjadi objek pasar, melainkan juga memahami hak dan kewajibannya.

Sebagai catatan, OJK melaporkan sektor jasa keuangan tumbuh 7,92% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal IV 2025.

Elvi menambahkan pendekatan pengawasan yang menyeluruh akan memperkuat fondasi sistem keuangan nasional.

“Jadi, OJK harus memperkuat pengawasan perbankan, kredit, asuransi, serta inovasi teknologi keuangan secara seimbang. Dengan begitu, stabilitas sistem keuangan nasional dapat terjaga secara berkelanjutan,” tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

EKONOMI
OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

EKONOMI
Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

EKONOMI
OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

NASIONAL
OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon