Harga Plastik di Ngawi Melonjak Drastis Imbas Perang Iran vs AS
Rabu, 1 April 2026 | 19:59 WIB
Ngawi, Beritasatu.com – Harga kemasan berbahan plastik di Kabupaten Ngawi melonjak tajam akibat dampak perang antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel yang mengganggu rantai pasok global. Kenaikan harga bahkan mencapai dua kali lipat dan diikuti kelangkaan stok di pasaran.
Pantauan Beritasatu.com ke sejumlah lapak pedagang plastik di Pasar Besar Ngawi, Rabu (1/4/2026), menunjukkan harga plastik murni seperti kantong pembungkus kini menembus Rp 60.000 per kilogram.
"Sebelumnya hanya di kisaran Rp 30.000-an. Sekarang sudah tembus Rp 60.000 per kilogram," ujar Selamet, salah satu pedagang plastik di Pasar Besar Ngawi.
Menurut Selamet, kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal periode Ramadan, tetapi lonjakan signifikan terjadi menjelang momen Lebaran hingga saat ini.
Kelangkaan bijih plastik di tingkat pabrikan diduga menjadi penyebab utama. Sementara itu, plastik berbahan daur ulang masih relatif stabil meski tetap mengalami kenaikan.
"Kalau plastik daur ulang harganya masih relatif aman. Ada kenaikan tapi tidak signifikan, sekarang di angka Rp 27.000 dari sebelumnya Rp 22.000-Rp 24.000," katanya.
Tidak hanya kantong plastik, harga gelas plastik untuk kebutuhan usaha kuliner juga melonjak. Gelas plastik ukuran 22 oz yang sebelumnya Rp 13.000 kini naik menjadi Rp 22.000 per pak berisi 50 buah.
Kondisi ini diperparah dengan tersendatnya pasokan dari produsen. Pedagang mengaku sering tidak mendapatkan barang sesuai pesanan atau hanya menerima dalam jumlah terbatas.
Lonjakan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan omzet pedagang. Selamet mengaku penjualannya menurun dibandingkan sebelum konflik terjadi.
"Ya bagaimana lagi, semua bahan plastik naik. Sekarang kalau ada yang beli, saya sarankan tanya harga dulu. Kalau memang sangat butuh baru beli, karena harganya memang sudah tinggi dari sana (distributor)," kata Selamet.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




