ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Plastik di Ngawi Melonjak Drastis Imbas Perang Iran vs AS

Rabu, 1 April 2026 | 19:59 WIB
MF
MA
Penulis: Muhammad Miftakul Falakh | Editor: MA
Pedagang plastik di Kabupaten Ngawi mengeluhkan harga plastik naik ugal-ugalan imbas perang di Timur Tengah.
Pedagang plastik di Kabupaten Ngawi mengeluhkan harga plastik naik ugal-ugalan imbas perang di Timur Tengah. (Beritasatu.com/Muhammad Miftakul Falakh)

Ngawi, Beritasatu.com – Harga kemasan berbahan plastik di Kabupaten Ngawi melonjak tajam akibat dampak perang antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel yang mengganggu rantai pasok global. Kenaikan harga bahkan mencapai dua kali lipat dan diikuti kelangkaan stok di pasaran.

Pantauan Beritasatu.com ke sejumlah lapak pedagang plastik di Pasar Besar Ngawi, Rabu (1/4/2026), menunjukkan harga plastik murni seperti kantong pembungkus kini menembus Rp 60.000 per kilogram.

"Sebelumnya hanya di kisaran Rp 30.000-an. Sekarang sudah tembus Rp 60.000 per kilogram," ujar Selamet, salah satu pedagang plastik di Pasar Besar Ngawi.

ADVERTISEMENT

Menurut Selamet, kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal periode Ramadan, tetapi lonjakan signifikan terjadi menjelang momen Lebaran hingga saat ini.

Kelangkaan bijih plastik di tingkat pabrikan diduga menjadi penyebab utama. Sementara itu, plastik berbahan daur ulang masih relatif stabil meski tetap mengalami kenaikan.

"Kalau plastik daur ulang harganya masih relatif aman. Ada kenaikan tapi tidak signifikan, sekarang di angka Rp 27.000 dari sebelumnya Rp 22.000-Rp 24.000," katanya.

Tidak hanya kantong plastik, harga gelas plastik untuk kebutuhan usaha kuliner juga melonjak. Gelas plastik ukuran 22 oz yang sebelumnya Rp 13.000 kini naik menjadi Rp 22.000 per pak berisi 50 buah.

Kondisi ini diperparah dengan tersendatnya pasokan dari produsen. Pedagang mengaku sering tidak mendapatkan barang sesuai pesanan atau hanya menerima dalam jumlah terbatas.

Lonjakan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan omzet pedagang. Selamet mengaku penjualannya menurun dibandingkan sebelum konflik terjadi.

"Ya bagaimana lagi, semua bahan plastik naik. Sekarang kalau ada yang beli, saya sarankan tanya harga dulu. Kalau memang sangat butuh baru beli, karena harganya memang sudah tinggi dari sana (distributor)," kata Selamet.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekonomi RI, dari Rupiah hingga Plastik

Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekonomi RI, dari Rupiah hingga Plastik

EKONOMI
Nafta Seret, Pemerintah Bebaskan Bea Impor Bahan Baku Plastik

Nafta Seret, Pemerintah Bebaskan Bea Impor Bahan Baku Plastik

EKONOMI
Insentif Industri Plastik, Bea Masuk LPG Jadi 0 Persen Dampak Konflik

Insentif Industri Plastik, Bea Masuk LPG Jadi 0 Persen Dampak Konflik

EKONOMI
Harga Plastik Naik, Beras SPHP Boleh Pakai Kemasan Stok 2023-2025

Harga Plastik Naik, Beras SPHP Boleh Pakai Kemasan Stok 2023-2025

EKONOMI
Saat Plastik Naik, Segelas Es Teh Manis Ikut Menyusut

Saat Plastik Naik, Segelas Es Teh Manis Ikut Menyusut

EKONOMI
Ini Penyebab Harga Plastik di Pasar Senen Naik hingga 50 Persen

Ini Penyebab Harga Plastik di Pasar Senen Naik hingga 50 Persen

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon