Harga Plastik Naik, Beras SPHP Boleh Pakai Kemasan Stok 2023-2025
Minggu, 26 April 2026 | 15:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan fleksibilitas penggunaan kemasan stok untuk program beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik yang menghambat proses pengadaan kemasan baru.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan kemasan stok tahun 2023 hingga 2025 dapat digunakan kembali guna memastikan distribusi beras SPHP tetap berjalan lancar.
Meski diperbolehkan, Bapanas menegaskan informasi pada kemasan lama harus disesuaikan dengan kondisi terbaru, seperti harga eceran tertinggi (HET), tanggal kedaluwarsa, serta informasi penting lainnya.
"Penggunaan kemasan lama beras SPHP sebelum tahun 2026 diperbolehkan sepanjang informasi seperti kelas mutu beras, nama dagang, informasi HET, dan informasi penting lainnya yang diberikan pada kemasan sesuai dengan produk yang terdapat di dalam kemasan tersebut," kata I Gusti Ketut Astawa dalam pernyataan resminya, Minggu (26/4/2026).
Untuk mencegah kesalahan informasi, penyesuaian dilakukan dengan menempelkan stiker pembaruan yang jelas, tidak mudah rusak, dan mudah dibaca oleh masyarakat.
Kebijakan ini juga bertujuan mempercepat penyaluran beras SPHP oleh Perum Bulog. Diperkirakan sekitar 12,3 juta lembar kemasan lama akan digunakan kembali.
Bapanas juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Pangan Polri untuk memastikan distribusi berjalan optimal.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan program SPHP berperan penting dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
"Beras SPHP, itu beras yang untuk penyeimbang kalau ada yang mau menaikkan harga. Harganya kita tidak naikkan, tetap harganya seperti sekarang. (Kualitasnya) ini premium. Jadi sekarang kualitasnya bagus karena pupuknya bagus, tepat waktu, tepat volume, dan airnya bagus," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




