ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OJK dan SRO Rampungkan 4 Reformasi Pasar Modal

Kamis, 2 April 2026 | 17:26 WIB
MS
MK
Penulis: Monique Handa Shafira | Editor: MBK
Pasar saham Indonesia.
Pasar saham Indonesia. (Bursa Efek Indonesia/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self-regulatory organization (SRO) yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menuntaskan empat proposal reformasi pasar modal Indonesia guna meningkatkan transparansi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan, seluruh inisiatif tersebut telah diselesaikan sesuai target pada Maret 2026 dan akan dikomunikasikan kepada penyedia indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).

“Per Maret kemarin (2026), sesuai target yang kami canangkan, seluruh inisiatif tersebut telah kami selesaikan,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Adapun empat proposal tersebut meliputi, pertama, penyediaan data kepemilikan saham di atas 1% secara bulanan untuk setiap emiten yang telah dituntaskan pada 3 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Kedua, peningkatan granularitas klasifikasi investor dari 9 kategori menjadi 39 kategori yang ditetapkan pada 31 Maret 2026.

Ketiga, implementasi high shareholding concentration pada 2 April 2026, sehingga investor dapat mengidentifikasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau likuiditas terbatas.

Keempat, peningkatan batas minimum free float saham emiten dari 7,5% menjadi 15% yang berlaku sejak 31 Maret 2026.

Hasan menegaskan, penyelesaian empat proposal tersebut mencerminkan komitmen otoritas dalam mendorong reformasi pasar modal yang lebih terarah dan berstandar global.

Ke depan, OJK akan melanjutkan sosialisasi secara berkelanjutan serta memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk penyedia indeks global.

“Kami akan memastikan adanya pertemuan lanjutan dengan para penyedia indeks global serta secara proaktif meminta masukan dari investor terkait tingkat transparansi yang telah kami hadirkan,” tambah Hasan.

Selain itu, OJK juga berencana menerbitkan exchange traded fund (ETF) emas pada 27 April 2026. Instrumen ini memungkinkan investasi emas, baik fisik maupun digital, melalui bursa secara lebih transparan dan aman.

Hasan menuturkan, rencana penerbitan ETF emas telah memasuki tahap implementasi. OJK juga akan mengembangkan program investasi berkala untuk instrumen reksa dana guna memperluas akses investor di pasar modal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

EKONOMI
OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

EKONOMI
Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

EKONOMI
OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

NASIONAL
OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon